Inflasi Singapura Melunak Jadi 3,4%
JAKARTA, Investortrust.id - Inflasi inti Singapura, yang tidak termasuk biaya transportasi pribadi dan biaya akomodasi turun menjadi 3,4% year on yeardi Agustus 2023, turun dari 3,8% pada bulan Juli.
Dilansir Straitstimes.com, Senin (25/9/2023), harga barang konsumen di Singapura naik dengan laju yang lebih lambat untuk bulan keempat berturut-turut, didorong oleh kenaikan lebih kecil di harga jasa, makanan, ritel, dan barang lainnya.
Penurunan ini sesuai dengan ekspektasi ekonom, bahwa inflasi akan semakin mereda menjelang akhir tahun 2023.
Inflasi headline, atau indeks harga konsumen secara keseluruhan (CPI), juga turun sedikit, menjadi 4% pada bulan Agustus dari 4,1% pada bulan Juli, karena penurunan dalam inflasi inti dan akomodasi lebih dari kompensasi kenaikan harga transportasi pribadi.
Dalam basis bulan ke bulan, yang mencerminkan seberapa besar momentum yang masih tecermin dalam harga, harga konsumen inti naik tipis sebesar 0,1% pada bulan Agustus, karena biaya makanan dan jasa yang lebih tinggi.
Inflasi inti diperkirakan akan semakin mereda dalam beberapa bulan ke depan karena biaya impor tetap rendah dibandingkan dengan tingkat tahun lalu dan ketegangan saat ini di pasar tenaga kerja domestik mulai mereda, demikian Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) pada hari Senin.
Mereka mengatakan bahwa inflasi transportasi pribadi diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat, didorong oleh permintaan yang kuat dan berkelanjutan untuk mobil, sementara inflasi akomodasi seharusnya terus mereda sepanjang tahun ini, mengingat peningkatan pasokan unit perumahan sewa.
Inflasi transportasi pribadi mencatat kenaikan tajam menjadi 6,3% pada bulan Agustus, naik dari 4,8% pada bulan Juli. Harga mobil mengalami kenaikan yang lebih besar, sementara harga bahan bakar minyak mencatat penurunan yang lebih kecil. Biaya listrik dan gas terus turun, tetapi dengan laju yang lebih lambat sekitar 1,4%.
Inflasi untuk makanan dan ritel terus mereda, turun masing-masing menjadi 4,8% dan 2% pada bulan Agustus.
Inflasi untuk jasa turun menjadi 3,1% pada bulan Agustus, akibat kenaikan yang lebih kecil dalam biaya liburan, biaya telekomunikasi, biaya layanan rekreasi dan budaya, serta penurunan yang lebih besar dalam tarif pesawat.
Inflasi akomodasi melandai menjadi 4,4% karena laju kenaikan harga sewa perumahan melambat.
MAS dan MTI mempertahankan perkiraan mereka untuk inflasi keseluruhan tahun 2023 antara 4,5% dan 5,5%, sementara inflasi inti diperkirakan antara 3,5% dan 4,5%.

