Awal Tahun 2024, Pasar Asia Dibuka Bervariasi
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik bervariasi pada hari perdagangan pertama tahun ini. Data resmi dari Tiongkok pada akhir pekan menyoroti kontraksi yang semakin dalam di sektor manufaktur.
Baca Juga
Data resmi dari Tiongkok pada akhir pekan menyoroti kontraksi yang semakin dalam di sektor manufaktur.
PMI manufaktur Tiongkok mengalami kontraksi lebih lanjut pada bulan Desember 2023, yang merupakan tanda bahwa lebih banyak dukungan kebijakan mungkin diperlukan untuk menghidupkan kembali perekonomiannya.
Jepang sedang menghadapi bencana kerusakan akibat gempa bumi dahsyat yang melanda wilayah tengahnya pada Hari Tahun Baru. Pasar di wilayah tersebut tutup hingga 4 Januari.
Hampir 100 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi akibat gempa yang berkekuatan awal 7,6 skala Richter.
Nikkei 225 Jepang menutup tahun 2023 dengan kenaikan lebih dari 28%, menjadikannya pasar dengan kinerja terbaik di Asia.
Kawasan Asia-Pasifik menanti survei aktivitas pabrik swasta dari S&P Global untuk Tiongkok, Australia, dan Korea Selatan, serta pembacaan produk domestik bruto kuartal keempat dari Singapura.
Dikutip dari CNBC, S&P/ASX 200 Australia naik 0,4%, sementara indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di 17,160, menunjukkan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan dengan penutupan HSI di 17,047.39.
Kospi Korea Selatan turun 0,15% segera setelah pembukaan, sedangkan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 0,56%.
Di AS, saham berjangka datar dalam perdagangan semalam pada hari Senin karena pasar bersiap untuk memulai tahun baru.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average sedikit berubah, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 diperdagangkan sedikit di atas garis datar. Pasar tutup pada hari Senin untuk Hari Tahun Baru.
Baca Juga
Pasar Asia Bervariasi, Indeks Nikkei Anjlok Setelah PDB Jepang Direvisi Turun

