Investor ‘Wait and See’, Indeks Wall Street Bergerak Bervariasi
NEW YORK, Investortrust.id – Investor masih menunggu laporan keuangan perusahaan dan mengamati perkembangan berbagai sentimen di pasar. Akibatnya, indeks pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak ‘mix’.
Baca Juga
Wall Street Nyungsep Dipicu Lonjakan Yield Obligasi AS dan Kekhawatiran Dampak Konflik Timur Tengah
Indeks utama Wall Street bergerak bervariasi pada Senin waktu setempat atau Selasa (24/10/2023) WIB.
Dari tiga indeks utama, hanya Nasdaq Composite yang naik. Hal itu berkat imbal hasil obligasi AS turun dari level tertingginya. Investor juga menantikan rilis pendapatan perusahaan raksasa industri teknologi.
Indeks Dow Jones turun 190,87 poin atau 0,58% menjadi 32.936,41. Sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,17% menjadi 4.217,04. Sementara itu, Nasdaq Composite yang sarat teknologi naik 0,27% menjadi 13.018,33.
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun sempat naik di atas level penting 5% sebelum kemudian turun.
Suku bunga telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, dengan yield atau imbal hasil obligasi AS 10-tahun menembus di atas 5% pada pekan lalu yang menjadi angka tertinggi sejak Juli 2007. Komentar dari Chairman Federanjlok Reserve Jerome Powell pada pekan lalu menunjukkan bahwa kebijakan moneter dapat melakukan pengetatan lebih lanjut.
Hal tersebut memicu kekhawatiran investor. Beberapa analis berpendapat imbal hasil acuan masih memiliki ruang lebih lanjut untuk naik.
Pekan lalu, Wall Street mengalami minggu yang sulit. S&P 500 mengakhiri minggu lalu dengan penurunan 2,4%, mencatat penurunan minggu pertama dalam tiga minggu. Dow merosot 1,6%, sedangkan Nasdaq merosot 3,2% dan mencatat penurunan minggu kedua berturut-turut.
Saham perusahaan minyak besar Chevron merosot 3,7% menyusul berita bahwa perusahaan akan membeli rekannya Hess dalam kesepakatan semua saham. Raksasa farmasi Walgreens naik 3% setelah peningkatan dari JPMorgan. Saham keamanan online, Okta, melanjutkan pelemahan menyusul pelanggaran data, bahkan saham anjlok hingga 8%.
Rilis laporan keuangan meningkat minggu ini, dengan sejumlah raksasa teknologi besar akan melaporkan laporan keuangan mereka. Investor mengantisipasi hasil dari Alphabet, Amazon, Meta dan Microsoft, yang akan memberikan informasi penting untuk pasar saham.
Meta melaporkan pada hari Rabu dan Amazon pada hari Kamis. IBM dan Intel juga akan mengeluarkan hasil kuartalan pada akhir minggu ini.
Saham Berjangka
Saham berjangka naik sedikit pada Senin malam karena investor fokus pada laporan pendapatan perusahaan teknologi besar yang akan datang.
Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average bertambah 57 poin, atau 0,2%. S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga masing-masing naik 0,2%.
Pergerakan ini mengikuti sesi beragam di Wall Street karena investor terus mengamati imbal hasil Treasury AS 10-tahun.
Meningkatnya imbal hasil telah meningkatkan kekhawatiran terhadap keadaan perekonomian secara luas dan menekan pasar saham dalam beberapa pekan terakhir.
“Ekuitas cenderung sideways dan berada dalam mode kemunduran mengingat inflasi yang terus-menerus dan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama,” kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Asset Management, seperti dikutip CNBC internasional..
Sementara itu, “kemungkinan resesi sudah di depan mata.”
Sekitar 30% dari perusahaan-perusahaan S&P 500 dijadwalkan untuk melaporkan kinerjanya pada minggu ini, yang merupakan bagian terbaru dari musim pendapatan yang sejauh ini lebih baik dari perkiraan Wall Street.
Sekitar 17% dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatannya, dan tiga perempatnya telah membukukan pendapatan melebihi ekspektasi analis, menurut FactSet.
Di sisi lain, para pedagang akan mengamati data ekonomi pada Selasa pagi mengenai sektor jasa dan manufaktur.
Baca Juga
Saham Berjangka Wall Street Menguat di Tengah Penantian Laporan Keuangan 'Big Tech'

