Serangan Rudal Israel ke Suriah Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
NEW YORK, investortrust.id - Minyak mentah berjangka naik pada hari pertama perdagangan kuartal kedua di tengah laporan bahwa konsulat Iran di Damaskus, Suriah, terkena serangan rudal.
Baca Juga
Prospek Pasokan Lebih Ketat, Harga Minyak Melonjak Lebih dari $1 per Barel
Kontrak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 54 sen, atau 0,65%, menjadi $83,71 per barel. Kontrak Brent untuk pengiriman Juni bertambah 42 sen, atau 0,48%, menjadi $87,42 per barel.
Media pemerintah Suriah dan Iran mengatakan pada hari Senin bahwa serangan rudal Israel menghantam konsulat Iran di Damaskus. Sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa seorang komandan senior Garda Revolusi Iran, Mohammad Reza Zahedi, termasuk di antara korban tewas.
“Berita ini, jika terkonfirmasi, jelas merupakan peningkatan konflik di Timur Tengah dan kemungkinan akan terus meningkatkan harga minyak dalam jangka pendek,” urai Leo Mariani, analis Roth MKM, kepada kliennya, seperti dikutip CNBC.
Risiko geopolitik masih ada di pasar ketika Ukraina menyerang kilang minyak Rusia, dan serangan militan Houthi di Laut Merah telah menyebabkan pengalihan pengiriman minyak mentah di sekitar Tanjung Harapan di Afrika bagian selatan.
Minyak juga naik lebih tinggi pada tahun 2024 di tengah ekspektasi permintaan global yang kuat karena OPEC+ menahan pasokan minyak di pasar setidaknya hingga kuartal kedua.
Minyak mentah AS dan Brent membukukan kenaikan selama tiga bulan berturut-turut. WTI naik 17,8% untuk tahun ini sementara Brent naik 14,2%.
Baca Juga
Krisis Rusia dan Laut Merah Ditanggapi Beragam, Harga Minyak Melorot
