Minyak Mentah Brent Tembus US $91 per Barel, Naik Sekitar 18% Selama 2014
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak telah melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan dan bersiap untuk kenaikan mingguan seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dengan Israel menutup kedutaan besarnya karena ancaman dari Iran. Minyak Brent tembus US$ 91 dan minyak AS mendekati US$ 87 per barel.
Baca Juga
Kontrak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 32 sen, atau 0,37%, menjadi $86,91 per barel, sedangkan kontrak Brent Juni naik 52 sen, atau 0,57%, menjadi $91,17 per barel. Minyak mentah AS naik 4,5% untuk minggu ini sementara patokan global bertambah 4,2%.
Israel telah menutup 28 kedutaan besar di seluruh dunia di tengah kekhawatiran akan serangan balasan dari Iran, menurut berbagai laporan di media Israel. Iran menyalahkan Israel atas serangan rudal terhadap konsulatnya di Damaskus yang menewaskan seorang jenderal penting Iran. Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Minyak mentah AS dan Brent memasuki “golden cross” minggu ini, yaitu saat rata-rata pergerakan 50 hari melampaui rata-rata pergerakan 200 hari. Investor biasanya memandang golden cross sebagai indikasi momentum positif dan potensi kenaikan lebih lanjut.
Rata-rata pergerakan 50 hari untuk minyak mentah AS sebesar $79,07 per barel sedikit melampaui rata-rata pergerakan 200 hari sebesar $79,02. Rata-rata pergerakan 50 hari Brent adalah $83,74 per barel, di atas rata-rata pergerakan 200 hari sebesar $83,54.
Tamas Varga, analis pialang minyak PVM, mengatakan suhu geopolitik telah meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sejak serangan Hamas terhadap
warga sipil Israel pada 7 Oktober.
Sementara itu, serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia berdampak signifikan pada pasokan minyak mentah dan produknya, kata Varga.
“Ini adalah alasan paling menonjol di balik kenaikan harga Brent bulan depan dari $72/bbl pada pertengahan Desember di atas $90/bbl kemarin,” kata Varga, seperti dikutip CNBC internasional.
Minyak mentah telah menguat tahun ini dengan WTI naik hampir 21,2% dan Brent naik 18,3% karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi bahwa pasar akan memasuki defisit pasokan.
Baca Juga
Serangan Rudal Israel ke Suriah Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

