Masalah Geopolitik akan Jadi Bahasan Rumit di WEF 2024
DAVOS, Investortrust.id - Masalah geopolitik diperkirakan akan menjadi pusat perhatian dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) ke-54 ini, dengan topik panas mulai dari konflik Gaza hingga situasi di Ukraina, serta diskusi mengenai perdagangan dan Laut Merah.
Baca Juga
WEF 2024 : Mengembalikan Kepercayaan di Tengah Dunia yang Terpecah
WEF 2024 diharapkan dihadiri oleh lebih dari 100 pemerintah, organisasi internasional besar, dan 1.000 mitra Forum. Selain itu, para pemimpin masyarakat sipil, pakar, aktivis pemuda, wirausaha sosial, dan anggota media juga akan berpartisipasi.
Beberapa hari sebelum pembukaan konferensi, Presiden Forum Ekonomi Dunia Børge Brende menekankan bahwa konferensi ekonomi global ini dibayangi dengan “latar belakang geopolitik yang paling rumit dalam beberapa dekade.”
“Kami tahu bahwa perang di Gaza masih berlangsung dan ada kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut,” kata Brende, seraya menambahkan bahwa pertemuan WEF akan “mencari cara untuk menghindari kemerosotan lebih lanjut” dan menjajaki kemungkinan di masa depan, sebagai upaya untuk memberikan masukan positif. dalam situasi ini juga penting.
CEO PT Bakrie & Brothers dan Ketua Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Anindya Bakrie, yang hadir di Davos, menyebutkan, dari tema besar “Rebuilding Trust”, ada empat subtema yang dibahas dalam forum. Pertama, tema panas soal geopolitik, keamanan dan kerja sama di dunia yang terpecah. Kedua, menciptakan pertumbuhan dan lapangan pekerjaan untuk era baru. Ketiga, tema kecerdasan buatan sebagai pendorong bagi ekonomi dan masyarakat, serta strategi jangka panjang untuk iklim, alam, dan energi.
Peserta
Tokoh yang hadir di WEF 2024 termasuk Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, pejabat Tiongkok paling tinggi yang berpartisipasi dalam forum ini sejak partisipasi Presiden Xi Jinping pada tahun 2017.
Forum ini juga dihadiri oleh Presiden baru Argentina yang liberal, Javier Milei. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan Bisher Al-Khasawneh dari Yordania.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang sebelumnya berpidato di Forum melalui konferensi video, akan datang sendiri tahun ini dan menyampaikan “pidato khusus”.
Menurut pihak penyelenggara, Presiden Perancis Emmanuel Macron dijadwalkan akan memberi pidato khusus membahas peran Perancis di Eropa.
Sejumlah tokoh terkemuka yang ada di daftar peserta WEF 2024, termasuk Ajay S. Banga, presiden Grup Bank Dunia; Fatih Birol, direktur eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Cindy H. McCain, direktur eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), Mirjana Spoljaric Egger, presiden Komite Internasional Palang Merah.
Arab Saudi, seperti dikutip economymiddleeast.com, akan diwakili oleh delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah. Delegasi tersebut mencakup beberapa anggota terkemuka, seperti Putri Reema binti Bandar bin Sultan bin Abdulaziz, yang menjabat sebagai duta besar Penjaga Dua Masjid Suci untuk AS.
Baca Juga
Sejumlah Tokoh Penting akan Hadiri WEF 2024 di Davos, Siapa Saja?

