Suami Mendiang PM Benazir Bhutto Kembali Terpilih Jadi Presiden Pakistan
JAKARTA, Investortrust.id – Mayoritas anggota parlemen Pakistan sepakat memilih Asif Ali Zardari, wakil ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) berhaluan tengah-kiri, sebagai presiden ke-14 negara tersebut.
Zardari yang kini berusia 68 tahun merupakan duda dari mantan Perdana Menteri dua kali Benazir Bhutto yang tewas akibat aksi pembunuhan pada 27 Desember 2007.
Pada pemilihan yang digelar Sabtu (9/3/2024) Asif Ali Zardari mengalahkan Mahmood Khan Achakzai, seorang politisi veteran dari Provinsi Balochistan barat daya, yang juga seorang kandidat dari oposisi Dewan Ittehad Sunni, sebuah kelompok religiopolitik yang kini mencakup anggota parlemen dari partai pimpinan mantan Perdana Menteri Imran Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), yang kini dipenjara.
Sebagai kandidat untuk koalisi pemerintah yang dipimpin oleh Partai Liga Muslim Nawaz (PML-N) pimpinan Perdana Menteri Shahbaz Sharif, Zardari adalah satu-satunya politisi yang terpilih sebagai presiden. Kendati demikian jabatan presiden di Pakistan hanya bersifat simbolis. Ia akan menjalani posisinya sebagai presiden untuk kali kedua di periode ini.
Sebelumnya ia menjabat sebagai presiden dari tahun 2008 hingga 2013 selama pemerintahan partainya. Dia juga merupakan presiden yang terpilih secara demokratis pertama yang menyelesaikan masa jabatannya dalam sejarah 75 tahun negara tersebut.
Baca Juga
Shehbaz Sharif Terpilih Jadi PM Baru Pakistan untuk Masa Jabatan Kedua
Zardari lahir pada bulan Juli 1955 dari keluarga petani Sindhi dan menerima pendidikan awalnya di Sekolah Saint Patrick di Karachi, pusat komersial Pakistan dan ibu kota provinsi Sindh selatan.
Dia lulus dari Cadet College Pitaro, dekat Hyderabad, kota terbesar kedua di Sindh, dan kemudian belajar bisnis di London, Inggris.
Meskipun ayahnya, Hakim Ali Zardari, adalah seorang politisi aktif, ia awalnya tidak menunjukkan minat dalam politik. Sebelum menjadi pemain polo yang rajin, Zardari muda juga sempat muncul sebagai bintang cilik dalam film lokal.
Pertunangannya dengan Benazir Bhutto, yang kembali dari pengasingan diri di London pada tahun 1986, mengejutkan banyak orang kala itu.
Mereka menikah pada tahun 1987, yang menandai masuknya Zardari ke dalam politik. Pasangan ini memiliki tiga anak, Bilawal Bhutto Zardari, Bakhtawar, dan Assefa.
Bilawal saat ini adalah ketua PPP dan menjadi diplomat puncak Islamabad di bawah pemerintahan PM Sharif sebelumnya dari April 2022 hingga Agustus 2023.
Zardari menjadi sorotan setelah Benazir Bhutto terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama negara itu pada tahun 1988, tetapi lawan-lawannya dengan cepat menuduhnya melakukan tindakan korupsi dan suap.
Posisi pemerintahan pertamanya adalah sebagai menteri lingkungan hidup selama masa jabatan kedua Benazir, yang berlangsung dari 1993 hingga 1996. Dia juga menjabat sebagai menteri investasi dari tahun 1995 hingga 1996.
Lawan-lawannya mengecapnya sebagai "Tuan 10%" dan menyalahkannya atas penggulingan dua pemerintahan Benazir karena tuduhan korupsi.
Zardari sempat menjalani beberapa kali masa penahanan dari tahun 1990 hingga 2004 dalam kasus-kasus kejahatan mulai dari korupsi hingga pembunuhan, pencucian uang, dan penculikan untuk tebusan. Namun, tidak satupun tuduhan tersebut pernah terbukti di pengadilan, demikian dilaporkan aa.com.tr.

