Wall Street Memerah Terimbas Cyber Monday, Saham ‘Belanja Online’ Melonjak
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar Saham Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (28/11/2023) WIB.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Bervariasi pada ‘Black Friday’, Dow Naik di Atas 100 Poin
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 56,68 poin (0,16%) menjadi 35.333,4, S&P 500 turun 8,92 poin (0,20%) menjadi 4.550,42. Sedangkan Nasdaq Composite terpangkas 9,83 poin (0,07%) menjadi 14.241,02.
Penurunan kecil pada hari Senin terjadi menjelang akhir bulan perdagangan yang kuat di bulan November, yang diakhiri dengan penutupan hari Kamis. Dow dan S&P 500 berada pada kecepatan untuk mengakhiri bulan ini masing-masing dengan kenaikan 6,9% dan 8,5%. Nasdaq yang padat teknologi telah naik 10,8% di bulan November.
Investor memberikan perhatian khusus pada saham-saham yang terkait dengan belanja online selama sesi perdagangan Cyber Monday. Saham “Beli sekarang, bayar nanti” Affirm melesat hampir 12%. Shopify melonjak hampir 5%, sementara Amazon naik 0,7%.
“Secara seimbang, ekuitas tampaknya berada dalam mode jeda menyusul kuatnya return bulan November dan antisipasi tren belanja liburan,” kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di Bank Wealth Management AS, seperti dikutip CNBC internasional. “Tarik tarik menarik antara kubu banteng dan kubu beruang tetap seimbang. Dan hal ini, dalam pandangan kami, menunjukkan bahwa penurunan pasar mungkin lebih merupakan hal yang lumrah dibandingkan pengecualian.”
Trader akan mengikuti data ekonomi mengenai berbagai topik termasuk harga rumah dan kepercayaan konsumen yang akan dirilis pada Selasa pagi. Dari sisi pendapatan, CrowdStrike diperkirakan akan melaporkan pendapatan setelah bel penutupan.
Investor juga akan memantau sejumlah pejabat Federal Reserve yang akan menyampaikan pidato sepanjang hari ini. Para pembicara tersebut termasuk Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, serta Gubernur Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman.
Saham berjangka datar pada Senin malam karena para pedagang menganalisis kenaikan kuat yang terlihat sepanjang bulan November dan bulan perdagangan mendekati akhir.
Dow Jones Industrial Average berjangka hanya bertambah 19 poin, atau 0,1%. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka keduanya hampir datar.
Baca Juga
Saham Berjangka Terkoreksi di Tengah Kinerja Positif Wall Street Empat Pekan Beruntun

