Pasar ‘Overbought’, Dow Jones dan S&P 500 Merosot
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) sebagian besar melemah pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (2/04/2024). Wall Street ‘overbought’, indeks Dow dan S&P 500 merosot. Namun, indeks Nasdaq menguat.
Baca Juga
Wall Street Bervariasi, S&P 500 dan Dow Jones Catat Rekor Tertinggi Baru
Dow Jones Industrial Average turun tajam pada awal kuartal kedua. Para trader mempertimbangkan data inflasi AS yang baru di tengah kekhawatiran bahwa reli pasar dapat melambat.
Indeks Dow Jones kehilangan 240,52 poin, atau 0,6%, dan menetap di 39.566,85. S&P 500 merosot 0,2% menjadi 5.243,77. Nasdaq Composite yang padat teknologi bertambah 0,11%, berakhir pada 16,396.83.
Investor tetap berhati-hati mengenai laju penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini dan seberapa cepat para bankir bank sentral dapat memenuhi target inflasi 2%. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Jumat bahwa pertumbuhan ekonomi tetap kuat dan inflasi masih di atas target.
“Itu berarti kita tidak perlu terburu-buru untuk melakukan pemotongan,” kata kepala bank sentral tersebut kepada program “Marketplace” di radio publik. Perekonomian saat ini dinilai kuat, pasar tenaga kerja juga kuat. Inflasi telah menurun. Namun, The Fed tetap berhati-hati mengambil keputusan. Data dana berjangka fed fund menunjukkan kemungkinan 58% bank sentral akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan Juni, menurut CME FedWatch Tool.
Imbal hasil Treasury naik pada hari Senin karena investor mempertimbangkan pernyataan Powell sebelumnya dan angka inflasi utama. Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan terakhir naik hampir 13 basis poin menjadi 4,319%.
Para trader bereaksi terhadap indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang dirilis pada penutupan pasar pada hari Jumat Agung. PCE Inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, menunjukkan inflasi naik 2,8% dalam basis 12 bulan di bulan Februari, sesuai dengan ekspektasi. Secara bulanan, angka tersebut naik 0,3% dari bulan lalu.
Indeks utama mencatat kinerja meyakinkan pada kuartal pertama. S&P 500 melonjak 10,2% untuk kinerja kuartal pertama terbaiknya sejak 2019, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 5,6%. Nasdaq Composite melonjak 9,1%.
Wall Street juga menutup bulan Maret dengan kemenangan, memperpanjang relinya ke bulan kelima berturut-turut. Kenaikan bulanan dan triwulanan tersebut membawa Dow berada dalam jarak yang sangat dekat yaitu 40,000. Namun, penurunan pada hari Senin menjauhkannya dari level pencapaian.
“Pasar sudah jenuh beli dalam ukuran apa pun,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial, seperti dikutip CNBC internasional. “Pada titik tertentu, kita akan melihat kemunduran, dan kemudian pada titik itu, Anda akan mulai mendengar penurunan Kembali. Ini lebih dari sekadar koreksi yang sehat.”
“Pasar memerlukan koreksi untuk mulai melihat lebih banyak uang masuk dari rekening pasar uang dan merasa lebih konstruktif,” tambah Krosby.
Baca Juga
Wall Street Rebound: Dow Jones Melesat di atas 450 Poin, S&P 500 Catat Rekor Tertinggi Baru

