Raja Minyak Arab Saudi Perpanjang Pengurangan Produksi hingga Kuartal Pertama 2024
JAKARTA, Investortrust.id – Raja minyak Arab Saudi menyatakan pihaknya akan memperpanjang pengurangan produksi hingga kuartal pertama 2024.
Baca Juga
Koalisi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan aliansinya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, pada hari Kamis memilih untuk tidak memperdalam pengurangan produksi secara formal, sementara pemimpin de facto Arab Saudi memperpanjang pemangkasan sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga kuartal pertama, dan anggota lainnya mengumumkan pengurangan lebih lanjut.
Langkah-langkah kebijakan tersebut diputuskan dalam pertemuan virtual yang tertunda karena ketidaksepakatan internal mengenai baseline – tingkat penentuan kuota – dari anggota terbesar kelompok OPEC di Afrika Barat, Nigeria dan Angola.
Ketidaksepakatan itu menunda perundingan yang awalnya dijadwalkan akan diadakan secara langsung di Wina pada akhir pekan tanggal 25-26 November.
Aliansi OPEC+ telah menerapkan pengurangan produksi sebesar 2 juta barel per hari hingga akhir tahun 2024, dengan beberapa anggota koalisi secara sukarela menjanjikan penurunan produksi sebesar 1,66 juta barel per hari pada periode yang sama.
Meskipun OPEC+ belum secara resmi mendukung pengurangan produksi, para pelaku pasar mengikuti kemungkinan pemotongan sukarela lebih lanjut yang diumumkan oleh para peserta utama koalisi. Media pemerintah Saudi telah mengumumkan bahwa Riyadh akan memperpanjang pengurangan sukarela sebesar 1 juta barel per hari, yang telah dilakukan sejak Juli, hingga akhir kuartal pertama tahun 2024.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak, yang mewakili negaranya dalam urusan OPEC+, mengatakan Moskow akan menerapkan pengurangan pasokan sukarela sebesar 300.000 barel minyak mentah per hari dan 200.000 barel per hari produk minyak bumi pada periode yang sama, seperti dikutip CNBC.
Sekutu dekat Saudi, Kuwait, akan memberlakukan pengurangan 135.000 barel per hari pada kuartal pertama, sementara Kementerian Energi negara anggota OPEC Aljazair mengatakan akan memangkas lagi 51.000 barel per hari. Oman mengatakan pihaknya juga akan mengurangi produksi sebesar 42.000 barel per hari pada periode yang sama.
Baca Juga
Dipicu Spekulasi Pertemuan OPEC+ dan Penutupan ‘Black Sea’, Harga Minyak Naik Hampir 2%

