Bill Gates: Dari Sosok Sederhana Terbang di Kelas Ekonomi Hingga Punya Jet Pribadi
JAKARTA, Investortrust.id – Bill Gates, sang pendiri Microsoft Inc telah lama menjalani hidup sederhana dengan memanfaatkan kelas ekonomi untuk setiap perjalanan dinasnya. Setelah melewati periode sederhana selama 10 tahun pertama, kini ia berubah menjadi seorang mogul bisnis yang salah satu tentekel usahanya berupa manajemen penerbangan pribadi. Sebuah bisnis yang amat berlawanan dengan misinya yang pro iklim, dan merupakan salah satu tokoh yang vokal di gerakan pro iklim
Bill Gates adalah tokoh sentral di sektor teknologi dan bisnis, yang telah mengubah lanskap teknologi lewat perannya sebagai salah satu pendiri Microsoft Inc. Ia pun menjadi salah satu individu terkaya. Mencapai status miliarder pada tahun 1987, dan pada tahun 1995 Forbes menobatkannya sebagai orang terkaya di dunia, gelar yang dipegangnya hampir hingga dua dekade berikutnya.
Meskipun memiliki kekayaan yang sangat besar, selama 10 tahun pertama sebagai miliarder, ia memilih untuk terbang di kelas ekonomi. Walaupun saat ini ia telah memiliki sebuah jet pribadi dan menjadi salah satu aktivis iklim yang paling vokal.
Pada tahap pertumbuhan di tahun 1990-an, Microsoft semakin dikenal. Gates, meskipun kaya, tetap mematuhi kebijakan ketat yang mewajibkan staf Microsoft, termasuk dirinya sendiri, untuk terbang dengan kelas ekonomi dalam perjalanan dinas. Aturan ini mencerminkan preferensi Gates untuk citra yang sederhana di Microsoft, dan niatnya untuk memberikan contoh di lingkup karyawannya.
Selama tahun-tahun saat ia masih kurang dikenal, Gates bisa terbang dengan pesawat komersial tanpa menarik perhatian yang signifikan. Tidak jarang ia terlihat tenggelam dalam buku atau tidur di bawah selimut selama penerbangan tersebut.
Namun seiring dengan perannya sebagai Chairman dan CEO Microsoft, Gates dihadapkan pada tugas bepergian keliling dunia yang makin intens, sementara untuk menikuti jadwal penerbangan komersial akan membuatnya tak lagi efisien. Sebelumnya ia selalu menggunakan penerbangan kelas ekonomi selama lebih dari 10 tahun, sebagai komitmennya terhadap nilai-nilai perusahaan dan gaya hidup yang sederhana.
Pada tahun 1997, Gates masuk dalam jajaran miliarder elit dan membeli satu unit pesawat jet, sebuah Bombardier Challenger 604, seharga sekitar US$21 juta. Gates memilih menggunakan dana pribadinya untuk membeli pesawat tersebut, alih-alih mengandalkan Microsoft untuk membayarnya. Padahal jet tersebut ia gunakan khusus untuk keperluan bisnis. Pesawat jet pribadi ini memberikan Gates fleksibilitas dan kenyamanan yang dibutuhkannya untuk perjalanan keliling dunia. Ia pun dianggap mulai sealiran dengan para pengusaha yang punya pandangan tentang pentingnya jet pribadi.
Seperti yang dilaporkan oleh Simple Flying, saat ini Bill Gates memiliki sejumlah armada jet bisnisterdiri atas empat unit pesawat dengan nilai hampir US$200 juta. Koleksinya mencakup jet pribadi elit Gulfstream G650. Selain kepemilikan sejumlah jet, ia juga mengelola perusahaan manajemen penerbangan pribadi dan telah mengalokasikan investasi yang signifikan ke penyedia layanan jet bisnis terbesar secara global.
Baru-baru ini, penggunaan jet pribadi Gates telah menarik perhatian menyusul aktivitas pro iklimnya yang vokal. Euro News melaporkan bahwa Gates telah melakukan perjalanan dengan 392 penerbangan menggunakan jet pribadinya tahun 2022. Dalam wawancaranya di Februari 2023 dengan BBC, saat ditanya tentang perasaan kontradiksi ini, Gates membela posisinya, ia menyoroti investasinya yang signifikan dalam Climeworks untuk penangkapan karbon dan kontribusinya yang lebih luas terhadap solusi perubahan iklim.
Namun demikian ia mengakui kepemilikan atas jet pribadi sebagai sebuah "kenikmatan yang diselingi rasa bersalah." Namun ia bersikeras bahwa tindakan proaktifnya dalam filantropi lingkungan lebih besar dari sekedar mengimbangi jejak karbon pribadinya, dan penerbangan menggunakan jet pribadi disebutnya menjadikannya bagian dari solusi dalam pertempuran berkelanjutan melawan perubahan iklim.
Perjalanan Gates dari sosok sederhana hingga memiliki jet pribadi mencerminkan evolusi minat bisnisnya, yang sekarang termasuk investasi yang signifikan dalam teknologi lingkungan. Demikian pula, kesempatan untuk berinvestasi dalam startup, yang dulunya terbatas pada orang sangat kaya atau modal ventura, telah menjadi lebih mudah diakses.

