Wall Street Mulai Kehilangan Tenaga, Dua Indeks Utama Melemah
NEW YORK, Investortrust.id – Setelah reli empat hari, pasar saham Amerika Serikat (AS) mulai kehilangan tenaga. Pada penutupan perdagangan di pengujung bulan, Kamis (31/7/2023) waktu setempat, dua indeks utama S&P 500 dan Dow Jones melemah.
Wall Street ditutup bervariasi. Sentimen pada bursa saham Amerika Serikat (AS) meliputi data inflasi AS, yang memberi tanda Federal Reserve dapat menghentikan pengetatan moneternya.
Baca Juga
Pada Kamis, indeks S&P 500 ditutup turun 0,16% ke 4.507,66, indeks Dow Jones Industrial Average juga melemah 0,48% menjadi 34.721,91. Namun, indeks Nasdaq Composite menguat 0,11% ke 14.034,97.
Dengan posisi ini, tiga indeks utama mencatat pelemahan di bulan Agustus. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan bulanan pertama sejak Februari.
Untuk bulan ini, S&P 500 turun 1,8%, Dow turun 2,4% dan Nasdaq turun 2,2%, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Dari 11 indeks sektor S&P 500, tujuh di antaranya melemah pada sesi ini. Pelemahan terdalam dipimpin oleh sektor kesehatan yang turun 1,21%. Diikuti oleh penurunan 1,03% pada sektor utilitas.
Indeks Nasdaq mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat minggu setelah laporan Departemen Perdagangan menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE/price consumption expenditure), yang dianggap sebagai ukuran inflasi pilihan bank sentral, naik 3,3% pada bulan Juli secara tahunan. Angka ini sesuai dengan perkiraan.
Baca Juga
Ekspektasi para pedagang terhadap jeda kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed bulan September tetap pada peluang 88,5%, sementara perkiraan mereka terhadap bank sentral yang mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan November mencapai 51%, menurut alat FedWatch CME Group.
"Investor yakin The Fed bergantung pada data, dan data mendukung pasar. Semua kenaikan suku bunga ini membuahkan hasil," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.
Investor sedang menunggu data non-farm payrolls lebih komprehensif yang akan dirilis pada hari Jumat. Data ini penting untuk melihat kejelasan lebih lanjut dari jalur moneter The Fed.
Imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun turun menjadi 4,09%, mengangkat saham-saham dengan pertumbuhan besar seperti Amazon, yang naik 2,2%.
Saham yang paling banyak diperdagangkan di S&P 500 adalah Tesla, dengan nilai transaksi mencapai US$ 27,7 miliar selama sesi tersebut. Saham Tesla pun menguat 0,46%. Saham Salesforce menguat 3% menyusul perkiraan pendapatan yang optimistis.
Di antara saham-saham lainnya, Dollar General merosot 12% setelah pengecer diskon tersebut memangkas perkiraan penjualan tahunan di toko yang sama. Saham Rival Dollar Tree turun 1,7%.

