Argentina Batalkan Rencana Bergabung dengan BRICS
JAKARTA, Investortrust.id - Argentina mengumumkan bahwa negara tersebut tidak akan bergabung dengan blok negara-negara ekonomi berkembang BRICS. Langkah ini dinilai sebagai bentuk pemenuhan janji kampanyepresiden terpilih Javier Milei dari sayap kanan yang baru dilantik, yang berjanji untuk menjalin hubungan lebih erat dengan negara-negara Barat.
Dalam surat yang bertanggal 22 Desember, dan dirilis pada Jumat (29/12/2023), Milei memberitahu para pemimpin Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan bahwa belum tepat waktunya bagi Argentina untuk masuk dalam keanggotaan blok tersebut, demikian dilansir Aljazeera.com.
Milei mengatakan dalam suratnya bahwa pendekatannya terhadap urusan luar negeri "berbeda dalam banyak aspek dari pemerintahan sebelumnya. Beberapa keputusan yang diambil oleh pemerintahan sebelumnya, menurut Milei akan ditinjau.
Baca Juga
Siap Terima Anggota Baru, Pimpinan Negara BRICS Bertemu di Afrika Selatan
Presiden baru Argentina yang disebut-sebut sebagai seorang anarko-libertarian ini menjalankan sejumlah reformasi ekonomi radikal sejak dilantik pada bulan Desember. Ia telah mengatakan bahwa ia akan mengejar kebijakan luar negeri yang sejalan dengan negara-negara Barat, menjauh dari upaya pemerintahan sebelumnya untuk membangun hubungan dengan negara-negara berkembang lainnya.
Presiden sebelumnya, Alberto Fernandez dari sayap kiri tengah, telah mempromosikan inklusi Argentina di BRICS sebagai cara untuk mempromosikan hubungan ekonomi dengan blok tersebut, yang anggotanya menyumbang sekitar 25% dari PDB dunia. Jika tidak dibatalkan, Argentina akan bergabung secara resmi pada 1 Januari 2024.
Al Jazeera melaporkan bahwa Milei telah melakukan perubahan besar selama tiga pekan menduduki jabatannya sebagai presiden.
"Dia telah membuat perubahan dramatis di semua lapisan kehidupan, mulai dari mempercepat prosedur perceraian hingga deregulasi harga hingga menghapus subsidi, semuanya berubah di sini sekarang," demikian dilaporkan koresponden Aljazeera.
Baca Juga
Jokowi Tegaskan Indonesia Masih Kaji Keikutsertaan Jadi Anggota BRICS
Selama kampanyenya, Milei menentang negara-negara yang diperintah "oleh komunisme" seperti China dan negara tetangganya Brasil, serta mengatakan bahwa ia akan mengejar keselarasan yang lebih besar dengan "negara-negara bebas di Barat" seperti Israel dan AS dalam kebijakan ekonomi dan luar negerinya.
Namun, dalam suratnya kepada pemimpin BRICS, Milei mengatakan bahwa Argentina akan tetap mengupayakan penguatan hubungan bilateraluntuk meningkatkan arus perdagangan dan investasi, tanpa bergabung dengan BRICS.
Sementara itu di ranah domestik, Milei menghadapi perlawanan besar dari kelompok buruh terorganisir yang berpengaruh ketika ia melaksanakan program "terapi kejut" ekonomi dan deregulasi, di tengah angka inflasi yang tinggi.

