Inflasi Tahunan AS November 3,1%, Mengurangi Tekanan untuk The Fed
WASHINGTON, Investortrust.id -Indeks harga konsumen (CPI) tahunan Amerika Serikat (AS) mencapai 3,1% di November 2023. Turun dibandingkan inflasi Oktober 2023 yang mencapai 3,2%.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-Tahun Jatuh di Bawah 4,5% Setelah Rilis Data Inflasi AS
Namun, sebagaimana dilaporkan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat Selasa (12/12/2023), inflasi AS secara bulanan naik 0,1% pada November. Sedangkan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan tidak ada kenaikan secara bulanan dan tingkat tahunan sebesar 3,1%.
Harga sejumlah barang dan jasa naik tipis di November, namun sebagian besar angka-angka tersebut sejalan dengan ekspektasi, sehingga semakin mengurangi tekanan untuk The Fed.
Tanpa memperhitungkan harga makanan dan energi yang fluktuatif, CPI inti (Core CPI) meningkat 0,3% pada November dan 4% dari tahun lalu. Kedua angka tersebut sesuai dengan perkiraan dan hanya sedikit berubah dari Oktober.
Meskipun menunjukkan kemajuan, angka-angka pada November masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%, Selama ini, para pengambil kebijakan lebih fokus pada inflasi inti sebagai sinyal tren jangka panjang.
Liz Ann Sonders, kepala strategi investasi di Charles Schwab, mengatakan, laporan tersebut agak sejalan, meskipun tidak sebaik yang diharapkan. “The Fed mungkin akan menganggap disinflasi yang berkelanjutan sebagai kabar baik,” kata Sonders, seperti dikutip CNBC internasional.
Penurunan harga energi sebesar 2,3% membantu mengendalikan inflasi, karena bensin turun 6% dan bahan bakar minyak turun 2,7%. Harga pangan meningkat 0,2%, didorong oleh lonjakan 0,4% dalam makanan di luar rumah. Secara tahunan, makanan naik 2,9% sementara energi turun 5,4%.
Harga hunian, yang merupakan sepertiga dari bobot CPI, meningkat 0,4% pada bulan tersebut dan naik 6,5% secara tahunan. Namun, tingkat tahunan telah menunjukkan penurunan yang stabil sejak mencapai puncaknya pada awal 2023. Penginapan di luar rumah turun 0,9%.
“Turunnya inflasi tidak berarti harga turun. Faktanya, hampir semua harga barang masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemic. Biaya perumahan, khususnya, membebani banyak individu dan keluarga,” kata Lisa Sturtevant, kepala ekonom di Bright MLS.
Setelah menurun selama lima bulan berturut-turut, harga kendaraan bekas naik 1,6% di bulan November, dan asuransi kendaraan meningkat 1% dan naik 19,2% year on year. Biaya perawatan medis naik 0,6%, sementara pakaian jadi turun 1,3%.
Baca Juga

