Menteri Ekonomi Ukraina Ungkap Jumlah Warga Rawan Pangan Melonjak akibat Perang dengan Rusia
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Ekonomi Ukraina, Yuliia Svyrydenko mengungkap jumlah warga yang masuk kategori rawan pangan melonjak akibat perang Ukraina-Rusia. Hal itu juga merupakan efek dari meningkatnya harga komoditas pangan akibat perang.
Yuliia menyebut masalah ketahanan pangan dan dampak-dampaknya akan dibahas Ukraina dalam World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos, Swiss mulai hari ini, Senin (15/1/2024) hingga Jumat (19/1/2024). Dia mencontohkan salah satu komoditas yang harganya melonjak yakni gandum yang mencapai lebih dari US$ 400 per ton.
"Diketahui setelah invasi, harga melonjak ke level rekor. Misal harga gandum melonjak lebih dari US$ 400 per ton. Namun dampak yang paling ekstrem tentu jumlah orang yang menderita, tentu karena rasa tidak aman atas pangan yang bertambah dari 221 juta menjadi 324 juta orang," ucapnya.
Baca Juga
Menurutnya, Ukraina selalu membahas masalah ketahanan pangan di tengah konflik dengan Rusia di berbagai forum pertemuan multilateral. Yuliia menyebut Ukraina melibatkan setidaknya 14 negara dalam menjamin ketahanan pangan.
"Salah satu langkah yang kita diskusikan selama pertemuan damai yakni untuk memenuhi tugas ketahanan pangan, satu langkah yang menyatukan setidaknya 14 negara berbeda. Karena Anda tahu, Rusia tidak hanya menargetkan Ukraina tetapi juga masyarakat secara global dan negara-negara lain," ujarnya.
Untuk menjamin stok pangan, Ukraina berpandangan pentingnya memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal yang membawa logistik untuk masuk Ukraina. Terutama jika kapal-kapal tersebut sudah memasuki Laut Hitam, di mana Rusia juga memiliki perbatasan langsung dengan laut tersebut.
Baca Juga
WEF 2024 : Mengembalikan Kepercayaan di Tengah Dunia yang Terpecah
"Pertama-tama kita perlu memikirkan Laut Hitam, kita perlu menyediakan asuransi bagi kapal-kapal yang kita butuhkan untuk menyediakan lebih banyak (logistik). Mulai sistem antirudal dan antidrone untuk infrastruktur pelabuhan," tuturnya.

