Euforia AI Kembali Angkat Wall Street, Nasdaq Melonjak Ditopang Saham Nvidia
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (28/8/2026) WIB. Kinerja dan prospek pendapatan Nvidia memberikan dorongan baru terhadap saham teknologi dan memperkuat optimisme investor terhadap pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (AI).
Nasdaq Composite naik 1,57% menjadi 26.541,35. S&P 500 menguat 0,72% ke level 7.730,99, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 105,56 poin atau 0,2% menjadi 53.569,44.
Kinerja tersebut menjadi yang terbaik sejak 4 Agustus bagi sektor teknologi, S&P 500, dan Nasdaq Composite.
Baca Juga
Wall Street Melemah, Investor Cermati Data Inflasi AS dan Kinerja Nvidia
Penggerak utama pasar adalah Nvidia. Saham produsen chip tersebut melonjak 8,7% setelah membukukan kinerja di atas ekspektasi analis dan memberikan proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat.
Nvidia diproyeksikan mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 70% pada tahun fiskal 2028. Angka tersebut jauh di atas ekspektasi 44% dari analis yang disurvei LSEG.
Pendapatan Nvidia pada kuartal fiskal kedua juga lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya, memperkuat keyakinan investor bahwa investasi besar-besaran perusahaan teknologi dalam AI masih memberikan prospek pertumbuhan yang signifikan.
Kinerja Nvidia turut mengangkat saham-saham semikonduktor lainnya. Broadcom naik 4,5%, sementara SK Hynix dan Intel masing-masing menguat sekitar 2% dan 4%. VanEck Semiconductor ETF (SMH) juga naik 3%.
“Banyak pembicaraan akhir-akhir ini mengenai pembiayaan sirkular untuk perusahaan-perusahaan hyperscaler dan apakah pendapatan mereka benar-benar mampu menutupi biaya besar yang mereka keluarkan. Mungkin hasil ini menunda pembahasan tersebut untuk sementara waktu,” beber Melissa Brown, kepala global investment decision research di SimCorp, seperti dikutip CNBC.
Menurut Brown, sejumlah saham lain yang terkait dengan perdagangan AI juga ikut menikmati momentum Nvidia.
Penguatan Wall Street tidak hanya berasal dari Nvidia dan sektor chip.
Salesforce melonjak lebih dari 22% setelah membukukan pendapatan kuartal kedua yang melampaui proyeksi Wall Street. Saham perusahaan perangkat lunak lainnya, Adobe dan Autodesk, masing-masing naik 5,7% dan 6,2%.
Di sektor keamanan siber, Okta melonjak lebih dari 28%, sedangkan CrowdStrike naik 20,5%. Kedua perusahaan melampaui ekspektasi analis dan menaikkan proyeksi mereka seiring meningkatnya permintaan yang berkaitan dengan agentic AI.
Palo Alto Networks juga ikut menguat, dengan sahamnya melonjak hampir 13%.
Namun, reli saham teknologi sekaligus menunjukkan semakin lebarnya perbedaan kinerja antara saham yang terkait dengan AI dan sektor pasar lainnya.
Brown mengatakan rendahnya korelasi antar-saham membuat volatilitas pasar secara keseluruhan tetap relatif rendah meskipun volatilitas pada saham individual cukup tinggi.
“Volatilitas tinggi, tetapi korelasinya rendah, sehingga volatilitas secara keseluruhan tetap rendah,” ujarnya. “Kekhawatiran kami adalah kondisi tersebut dapat membuat investor terlena dalam rasa aman yang keliru.”
Tunggu Sinyal The Fed
Perhatian investor selanjutnya beralih ke Federal Reserve (The Fed), yang akan menggelar simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming.
Baca Juga
Inflasi dan Perang Iran Bikin Pejabat The Fed Terpecah soal Suku Bunga
Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada Jumat. Pernyataan Warsh akan menjadi perhatian pasar karena investor mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS dan prospek suku bunga ke depan.
Dengan valuasi saham teknologi yang kembali terdorong oleh ekspektasi pertumbuhan AI, investor juga akan mencermati apakah kebijakan moneter dapat tetap mendukung reli pasar tanpa meningkatkan kembali tekanan inflasi.
