Menhan China Ajak Indonesia Kerja Sama Lawan 'Niat Jahat' Kekuatan Asing
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pertahanan China, H.E Laksamana Dong Jun, mengajak Indonesia memperkuat kerja sama pertahanan di tengah dinamika keamanan global dan kawasan. Menurutnya, kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan dari 'niat jahat' kekuatan asing.
Dong Jun mengatakan hubungan China dan Indonesia kini memasuki tahap baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping. Dia menilai kerja sama pertahanan kedua negara memiliki ruang pengembangan yang semakin luas.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto, hubungan kedua negara berada di titik awal yang baru,” ujar Dong Jun di Kantor Kemenhan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Dia mengatakan kerja sama pertahanan China dan Indonesia saat ini telah berkembang dibandingkan periode sebelumnya. Perkembangan itu terlihat dari semakin luasnya cakupan dan meningkatnya kedalaman kerja sama di berbagai bidang.
“Kita akan bergandengan tangan, mempercepat pembangunan modernisasi pertahanan nasional, membangun benteng keamanan yang kokoh untuk pembangunan masing-masing,” sambungnya.
Pada kesempatan tersebut, Dong Jun menyinggung perlunya Indonesia dan China menghadapi berbagai tantangan keamanan bersama. Dia menyebut kedua negara dapat menjadi contoh kerja sama pertahanan baru bagi negara-negara Global Selatan.
“Kami akan bersama-sama untuk menggagalkan niat yang jahat dari kekuatan asing,” tegas Dong Jun.
Baca Juga
Menhan RI-China 'Tatap Muka', Perkuat Latihan hingga Perluas Industri Alutsista
Dia juga menyebut Indonesia dan China memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan. Kedua negara akan memperkuat kerja sama keamanan dalam kerangka ASEAN untuk mendorong perdamaian, keamanan, dan kemakmuran kawasan.
"Kerja sama pertahanan kedua negara akan terus diarahkan pada peningkatan kualitas dan efisiensi. Saya bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akan terus berkomunikasi untuk menentukan arah dan langkah penguatan kerja sama selanjutnya," tutupnya.
Sebelumnya pada pertemuan Menhan RI-China juga membahas soal perluasan peningkatan kemampuan personel hingga industri pertahanan. Kedua negara juga telag menjalan hubungan pertahanan sejak 2007 sampai sekarang.

