Wall Street ‘Mixed’, Indeks Nasdaq Melemah 4 Hari Beruntun
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Indeks Nasdaq kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat 25), mencatat penurunan selama empat sesi berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Februari. Pelemahan tersebut terjadi meskipun Micron Technology membukukan kinerja keuangan yang jauh melampaui ekspektasi analis.
Nasdaq Composite turun 0,46% menjadi 25.358,60, sedangkan indeks S&P 500 melemah tipis 0,01% ke level 7.357,49.
Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat 71,72 poin atau 0,14% ke level 51.920,62 dan sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru, ditopang penguatan saham sektor kesehatan, keuangan, dan industri.
Baca Juga
Aksi Jual Saham Chip di Wall Street Berlanjut, Nasdaq Merah, tapi Dow Beda Arah
Saham Johnson & Johnson naik sekitar 1%, sementara Caterpillar melonjak hampir 6%, menjadi penopang utama Dow.
Tekanan terbesar terhadap Nasdaq datang dari Apple yang anjlok 6% setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga produk MacBook dan iPad. Apple menyebut lonjakan harga komponen, terutama chip semikonduktor, sebagai alasan utama penyesuaian harga tersebut.
Microsoft juga turun 3,5% setelah mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox.
Sejumlah raksasa teknologi lain ikut terkoreksi. Alphabet melemah hampir 1%, sedangkan Meta Platforms turun lebih dari 2%.
Investor mulai khawatir kenaikan harga chip akan menggerus margin keuntungan perusahaan-perusahaan teknologi besar yang selama ini menjadi pembeli utama semikonduktor.
Manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengatakan kenaikan harga memori akan berdampak luas terhadap berbagai produk elektronik.
"Hampir semua barang elektronik yang menggunakan semikonduktor, mulai dari televisi hingga mobil, akan mengalami kenaikan harga," ujarnya.
Ia menilai inflasi di rantai pasok teknologi memiliki efek rambatan yang cukup besar. Namun, menurutnya, kondisi konsumen saat ini masih cukup kuat untuk menyerap kenaikan harga tersebut.
Di sisi lain, data inflasi PCE yang dirilis Kamis memberikan sedikit ketenangan bagi investor. Inflasi bulanan sebesar 0,4% masih sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 0,5%, sedangkan inflasi tahunan tetap berada di 4,1%.
Baca Juga
Inflasi inti yang mencapai 3,4% memang menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2023, namun pasar merasa lega karena angkanya tidak lebih tinggi dari ekspektasi di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga sedikit menurun, dengan yield Treasury tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,396%.
Saham Chip
Meski pasar saham teknologi tertekan, hasil keuangan Micron menjadi titik terang.
Produsen chip memori tersebut melaporkan laba kuartal fiskal ketiga yang melampaui perkiraan analis, sehingga sahamnya melonjak hampir 16%.
Optimisme tersebut turut mengangkat saham Qualcomm yang naik hampir 4% setelah meningkatkan proyeksi pendapatan bisnis non-ponsel hingga tahun fiskal 2029.
Sejumlah saham semikonduktor lainnya seperti Sandisk, Western Digital, KLA, dan Applied Materials juga ikut menguat mengikuti reli Micron.
Pergerakan pasar menunjukkan investor mulai melakukan rotasi sektor. Dana mengalir keluar dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar yang menghadapi tekanan biaya, sementara sektor industri, kesehatan, dan keuangan menjadi tujuan baru di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan harga komponen teknologi.

