Lebanon-Israel Cari Jalan Damai
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Perang di Timur Tengah memasuki babak baru ketika Iran mulai mempertimbangkan proposal damai dari Amerika Serikat, sementara perundingan putaran keempat antara Lebanon dan Israel berlangsung di Washington DC di tengah serangan udara yang terus mengguncang Lebanon selatan.
Perkembangan ini dilaporkan stasiun televisi Qatar, Al Jazeera, dalam laporan live update yang dipublikasikan pada Selasa (02/06/2026). Perundingan Lebanon-Israel digelar pada hari yang sama di Washington DC dengan fokus utama menghentikan serangan Israel dan mengakhiri pendudukan di wilayah Lebanon selatan.
Delegasi Lebanon berharap pembicaraan tersebut dapat menghasilkan penghentian agresi militer yang telah menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur di kawasan perbatasan. Namun, di lapangan, eskalasi justru masih berlangsung.
Baca Juga
Menlu Marco Rubio: Iran Mulai Lunak, AS Buka Lagi Jalur Diplomasi Nuklir
Serangan udara Israel yang berlanjut di Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai sejumlah warga lainnya. Foto Associated Press yang menyertai laporan memperlihatkan bangunan hancur akibat serangan udara Israel di kota pelabuhan Tyre, terlihat dari jendela pecah Jabal Amel Hospital pada Senin (1/6/2026).
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan operasi militer di Lebanon selatan akan terus berlanjut “apa pun risikonya”. Bahkan, militer Israel disebut tengah mempertimbangkan perluasan serangan untuk menekan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut.
Di tengah ketegangan itu, Iran mengeluarkan peringatan keras. Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, bahwa jika “agresi Israel terhadap Lebanon terus berlanjut”, maka Tehran bukan hanya akan menghentikan jalur negosiasi dengan Amerika Serikat, tetapi juga siap memasuki konfrontasi langsung dengan musuh.
Pernyataan tersebut memperlihatkan rapuhnya peluang diplomasi yang saat ini sedang dijajaki Washington dan Tehran. Iran diketahui tengah mempelajari proposal damai AS yang dikaitkan dengan penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pembahasan program nuklir Iran.
Baca Juga
Iran Buka Ruang Negosiasi Damai, Israel Justru Tingkatkan Serangan
Informasi senada juga dilaporkan Reuters dan Associated Press yang menyebut perundingan AS-Iran masih berlangsung melalui mediator regional, meski dibayangi ancaman perluasan konflik di Lebanon dan kawasan Teluk. Reuters melaporkan Iran sedang mengevaluasi formula penghentian perang yang diajukan Washington, sementara tekanan internasional meningkat agar jalur diplomatik tetap terbuka.
Perang yang dimulai sejak 28 Februari 2026 kini tidak lagi dipandang sebagai konflik terbatas antara Israel dan Iran, melainkan telah berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan Lebanon, jalur pelayaran energi global, serta rivalitas geopolitik kekuatan besar dunia. Peluang damai masih terbuka, tetapi ancaman eskalasi langsung antara Iran dan Israel tetap membayangi Timur Tengah.

