Ketidakpastian Timur Tengah Tekan Pasar Eropa, tapi Saham Pertahanan Justru Melonjak
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Investor berhati-hati mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta dinamika perang Ukraina.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,5%, dengan mayoritas sektor berada di zona merah. Bursa utama di London, Paris, dan Frankfurt kompak melemah, sementara indeks FTSE MIB Italia menjadi pengecualian dengan kenaikan 0,5%.
Sentimen pasar dipengaruhi sinyal yang saling bertentangan terkait upaya diplomatik AS-Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pembicaraan dengan Teheran menunjukkan kemajuan dan Washington masih mengutamakan jalur diplomasi.
Namun Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan menguasai Selat Hormuz dalam kesepakatan apa pun. Situasi semakin rumit setelah Gedung Putih membantah laporan Reuters yang menyebut adanya nota kesepahaman terkait pembukaan kembali jalur perdagangan di Hormuz.
Di tengah ketidakpastian tersebut, militer AS kembali melancarkan serangan baru di Iran. Menurut pejabat AS, operasi itu bersifat defensif dan ditujukan untuk menjaga gencatan senjata. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak kembali naik dalam perdagangan global.
Di sisi lain, sektor pertahanan Eropa justru mencatat reli kuat setelah parlemen Ukraina menyetujui perjanjian pinjaman senilai 90 miliar euro atau sekitar US$104,6 miliar dari Uni Eropa.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang tengah berada di Swedia dilaporkan akan mengumumkan kerja sama baru terkait pengadaan jet tempur Gripen bersama Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson. Kesepakatan awal yang ditandatangani tahun lalu membuka peluang penjualan hingga 150 jet Saab Gripen ke Ukraina.
Saham produsen jet tempur Saab melonjak 7,4% dan menjadi penguat terbesar di Stoxx 600. Saham perusahaan militer Jerman Renk naik 5,4%, sementara Exail Technologies dari Prancis dan Rheinmetall Jerman masing-masing melesat 13,2% dan 4,2%.
Di sektor lain, saham agen perjalanan daring Spanyol eDreams melompat 11,3% setelah perusahaan membukukan laba kuartalan sebesar 52,2 juta euro. Sementara itu, perusahaan energi Polandia Orlen naik lebih dari 1% usai melaporkan lonjakan laba operasional kuartal pertama sebesar 22,8%.
Baca Juga
Inflasi Inti PCE AS Sentuh 3,3%, The Fed Diperkirakan Tetap Tahan Suku Bunga
Pergerakan pasar Eropa terjadi seiring penguatan moderat Wall Street. Investor juga mencermati data inflasi AS. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) — indikator inflasi favorit Federal Reserve — naik 0,4% secara bulanan dengan inflasi tahunan berada di level 3,8%. Inflasi inti tercatat 3,3% pada April, sesuai ekspektasi pasar.

