Dua Warganya Tewas dalam Perang di Ukraina, Prancis Panggil Dubes Rusia
JENEWA, Investortrust.id – Pemerintah Prancis memanggil duta besar Rusia terkait kematian dua warga negara Prancis yang bekerja di organisasi non-pemerintah di Ukraina.
Baca Juga
Dukungan untuk Ukraina, Uni Eropa Setujui Paket Tambahan Rp 853 triliun
Kedua warga Prancis itu tewas pekan lalu dalam serangan udara Rusia di dekat Sungai Dnipro yang langsung menuai kecaman Paris.
Usai pemanggilan dubesnya, Senin (5/02/2024), seperti dikutip Antara, Kedutaan Besar Rusia di Paris mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa otoritas Prancis “tidak memberikan bukti” yang menunjukkan warga negara Prancis yang tewas adalah pekerja bantuan kemanusiaan.
Menurut pernyataan tersebut, duta besar Rusia “menunjukkan kurangnya respons dari pihak Prancis...sehubungan dengan keterlibatan tentara bayaran Prancis dalam aksi kriminal rezim Kiev, serta sikap tidak bertanggung jawab dan bahaya dari keterlibatan Paris yang semakin mendalam dalam konflik Ukraina."
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Perancis Stephane Sejourne menulis di X bahwa dua warga negara Perancis, yang ia sebut sebagai “pekerja kemanusiaan,” telah terbunuh di Ukraina. Presiden Prancis Emmanuel Macron, sebaliknya, menyatakan belasungkawa atas kematian mereka, dengan mengatakan di X bahwa kematian mereka disebabkan oleh "serangan Rusia."
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengumumkan bahwa pada 16 Januari, pasukan Rusia telah melakukan serangan presisi terhadap pangkalan sementara tentara bayaran asing di Kharkov, yang sebagian besar menampung warga negara Prancis.
Serangan itu menewaskan 60 militan dan menyebabkan lebih dari 20 orang terluka. Belakangan, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar Prancis untuk Moskow Pierre Levy, mengatakan bahwa Paris harus disalahkan atas kematian warga negara Prancis tersebut.
Baca Juga
Menteri Ekonomi Ukraina Ungkap Jumlah Warga Rawan Pangan Melonjak akibat Perang dengan Rusia

