Vietnam Dapat Investasi Rp 26,6 Triliun dari Samsung untuk Bangun Pabrik Chip AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Samsung Electronics berencana menginvestasikan US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 26,6 triliun) untuk membangun pabrik pengujian semikonduktor di Vietnam. Rencana ini dikabarkan akan menjadi rantai pasok produksi chip kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari Reuters, Kamis (28/5/2026), pabrik baru itu akan dibangun di kawasan industri sekitar 60 kilometer dari Hanoi, Vietnam. Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada November 2027.
"Ini akan menjadi pabrik pengujian chip pertama Samsung di Vietnam. Investasi tersebut dilakukan di tengah tingginya permintaan chip memori global akibat lonjakan kebutuhan AI dan pusat data," bunyi laporan tersebut.
Dari dokumen proposal yang beredar, pabrik tersebut akan memproduksi chip memori jenis DRAM dan NAND generasi lama atau legacy chips. Meski bukan chip utama untuk AI, pasokan chip jenis ini juga mulai terbatas karena produsen global lebih fokus memproduksi chip AI berteknologi tinggi.
Baca Juga
AS Cabut Izin Samsung dan SK Hynix, Operasi Pabrik Chip di China Terancam
Pabrik itu nantinya memiliki kapasitas tahunan sekitar 153,3 miliar gigabit chip DRAM dan 255,6 miliar gigabit chip NAND. Samsung disebut telah memulai konstruksi awal dan menempatkan lebih dari 200 insinyur serta staf di lokasi proyek sejak April 2026.
Dokumen tersebut juga menyebut bahwa produsen asal Korea Selatan itu membuka peluang reinvestasi hingga US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 44,4 triliun untuk pembangunan pabrik kedua di masa depan. Investasi tambahan itu akan menggunakan keuntungan yang dihasilkan dari proyek pertama.
Sekadar informasi, Vietnam kini berkembang menjadi salah satu pusat industri back-end semikonduktor global. Negara itu telah menjadi basis fasilitas assembling, packaging, dan testing chip dari sejumlah perusahaan besar seperti Intel, Amkor Technology, dan Hana Micron.
Samsung juga tercatat sebagai investor asing terbesar di Vietnam dengan total komitmen investasi lebih dari US$ 23 miliar (sekitar Rp 408,6 triliun). Kompleks pabrik baru tersebut akan dibangun di dekat fasilitas produksi smartphone dan tablet Samsung yang sudah beroperasi sebelumnya.

