Harga Chip Pulih, Laba Samsung Melonjak 10 Kali
JAKARTA, investortrust.id - Samsung Electronics memperkirakan kenaikan laba operasional akan meningkat lebih dari 10 kali lipat atau melampaui ekspektasi pasar, seiring pulihnya harga chip.
Produsen chip memori dan TV terbesar asal Korea Selatan ini memperkirakan laba operasionalnya akan meningkat lebih dari perkiraan sebesar 6,6 triliun won (US$ 4,24 miliar) pada kuartal I-2024 atau naik 931% dari 630 miliar won (US$ 465 juta) dari periode sama tahun lalu (yoy).
Angka ini dinilai akan menjadi laba operasional tertinggi Samsung sejak kuartal III 2022 dan melebihi perkiraan LSEG SmartEstimate sebesar 5,7 triliun won.
Sementara itu, pendapatan kemungkinan meningkat 11% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya menjadi 71 triliun won (US$ 52,5 miliar). Angka ini berada di bawah analisis LSEG SmartEstimate yaitu 72,3 triliun won.
"Kami memperkirakan Samsung Electronics akan membukukan pendapatan yang solid pada 1Q24 didorong oleh kenaikan harga memori dan penjualan S24 yang kuat, mengalahkan perkiraan pasar," kata Direktur Eksekutif dan analis di Daiwa Securities SK Kim, dalam laporan tanggal 27 Maret, dilansir dari cnbc.com, Jumat (5/4/2024).
"Kami memperkirakan siklus peningkatan memori yang kuat, yang didorong oleh Al, akan mendorong pendapatan pada tahun 2024 dan 2023," tambahnya.
Daiwa mempertahankan rekomendasi "buy" pada saham Samsung Electronics dan menaikkan target harga menjadi 110.000 won.
Dilansir dari laman resmi Samsung, Samsung Electronics hari ini telah mengumumkan panduan pendapatannya untuk kuartal I tahun 2024.
Laba konsolidasi diperkirakan sekitar 71 triliun won dan laba operasional konsolidasi diperkirakan 6,6 triliun won. Adapun penjualan Samsung Electronics pada kuartal IV 2023 tumbuh menjadi 67,78 triliun won atau naik 6% dari kuartal I 2023 sebesar 63,75 triliun won. Sedangkan laba usaha pada kuartal IV adalah 2,82 triliun won atau naik 0,64 triliun won.
Samsung Electronics diperkirakan akan mengumumkan rincian pendapatannya akhir bulan ini.
Harga Chip Naik
Kinerja yang lebih baik terjadi karena disebabkan oleh harga chip memori bangkit kembali dari penurunan yang dimulai pada pertengahan tahun 2022 karena lemahnya permintaan gadget pascapandemi dan kelebihan persediaan pasca-Covid.
Harga chip DRAM naik sekitar 20% selama kuartal pertama dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara harga chip flash NAND meningkat sebesar 23% hingga 28%, menurut penyedia data TrendForce.
Prospek bullish terhadap permintaan chip memori, termasuk meningkatnya permintaan terhadap chip seperti memori bandwidth tinggi (HBM) yang digunakan dalam chipset Al, telah mendorong kenaikan saham Samsung sebesar 34% selama 12 bulan terakhir, mengalahkan kenaikan 10% pada saham-saham yang ada di pasar.
Baca Juga
Sinar Mas Land – Samsung Kolaborasi Pengembangan Kota Pintar di BSD City dan IKN

