Sentimen Positif Hormuz Angkat Bursa Asia, Nikkei 225 Cetak Sejarah Tembus 65.000
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Indeks saham Jepang, Nikkei 225, menembus level psikologis 65.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pada perdagangan Senin (25/5). Hal ini didorong meredanya kekhawatiran pasar energi global setelah muncul harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Baca Juga
Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka?
Dilansir CNBC, dalam perdagangan Asia yang cenderung sepi karena libur di beberapa negara, Nikkei melonjak 2,75% dan menyentuh rekor tertinggi baru di level 65.081,96. Sementara itu, indeks Topix menguat 0,65%.
Kenaikan tajam bursa Jepang terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berlangsung “tertib dan konstruktif”.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan dirinya meminta para perunding AS untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu berada di pihak AS.
Komentar tersebut langsung memicu reli di pasar saham global sekaligus menekan harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak akibat konflik Timur Tengah.
Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 4,52% menjadi US$92,23 per barel dalam perdagangan Asia. Minyak Brent anjlok 4,51% ke level US$98,87 per barel.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok Dipicu Harapan Damai AS-Iran, Brent Turun di Bawah US$ 100
Sebelumnya, harga minyak melonjak tajam setelah pemerintahan Trump memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz — jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
Penurunan harga minyak memberikan kelegaan bagi investor karena mengurangi kekhawatiran lonjakan inflasi global dan tekanan terhadap biaya energi.
Analis pasar dari IG Markets, Tony Sycamore, mengatakan pasar mulai melihat peluang meredanya krisis geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang ekonomi global. “Turunnya harga minyak menjadi katalis besar bagi reli saham, terutama di Jepang yang sangat bergantung pada impor energi,” bebernya kepada media internasional.
Penguatan Nikkei juga ditopang oleh saham-saham teknologi dan eksportir besar Jepang yang diuntungkan oleh stabilnya biaya energi serta optimisme terhadap ekonomi global.
Sementara itu, pasar saham Australia relatif datar dengan indeks S&P/ASX 200 bergerak terbatas. Bursa Hong Kong dan Korea Selatan tutup karena hari libur nasional. Pasar AS juga libur pada Senin untuk peringatan Memorial Day.
Sentimen positif sebenarnya sudah terlihat di Wall Street pada akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58% ke level 50.579,70 dan mencetak rekor intraday baru.
Indeks S&P 500 menguat 0,37% menjadi 7.473,47, sementara Nasdaq Composite naik 0,19% ke level 26.343,97.
Meski pasar menyambut positif perkembangan diplomatik terbaru, investor masih mewaspadai potensi volatilitas karena ketegangan AS-Iran sebelumnya beberapa kali kembali memanas setelah muncul sinyal perdamaian.
Media internasional seperti CNBC, Reuters, Bloomberg melaporkan bahwa arah pasar global dalam beberapa pekan ke depan akan sangat ditentukan oleh perkembangan negosiasi pembukaan Selat Hormuz dan stabilitas pasokan energi dunia.

