Reli Wall Street Berlanjut, Dow Kembali Cetak Rekor Baru
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Wall Street kembali mencetak rekor baru pada Jumat waktu AS atau Sabtu (23/52026) WIB. Investor mulai melihat secercah harapan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran dapat mereda dalam waktu dekat.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 294 poin atau 0,58% dan ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah, 50.579,70. Indeks acuan S&P 500 menguat 0,37%, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,19%.
Baca Juga
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Negosiasi Iran-AS, Dow Cetak Rekor Baru
Kenaikan ini terjadi setelah pasar obligasi mulai tenang dan imbal hasil Treasury AS menurun dari level tertinggi sebelumnya.
Yield Treasury tenor 10 tahun turun mendekati 4,56%, sedangkan obligasi 30 tahun turun ke sekitar 5,06%.
Sepanjang pekan, pasar keuangan global sempat diguncang lonjakan yield obligasi akibat kekhawatiran perang Iran-AS akan mendorong harga minyak tetap tinggi dan memicu tekanan inflasi berkepanjangan.
Namun menjelang akhir pekan, sentimen mulai membaik setelah muncul laporan bahwa tim dari Qatar telah tiba di Teheran dengan koordinasi Washington untuk membantu mendorong kesepakatan penghentian konflik.
Harapan diplomasi itu membuat investor kembali masuk ke pasar saham.
“Pasar saat ini lebih takut kehilangan momentum perdamaian di Timur Tengah dibanding risiko menahan posisi saham selama akhir pekan,” ujar kepala strategi Interactive Brokers, Steve Sosnick, kepada CNBC.
Harga minyak memang masih naik, tetapi jauh di bawah puncak tertinggi pekan ini. Minyak Brent ditutup naik 0,9% di level US$103,54 per barel, sementara West Texas Intermediate naik tipis ke US$96,60 per barel.
Penurunan volatilitas obligasi menjadi katalis penting bagi Wall Street.
Sebelumnya, yield obligasi AS tenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007, sementara tenor 10 tahun mencapai posisi tertinggi lebih dari satu tahun.
Baca Juga
Pasar Obligasi Global Bergejolak Dipicu Inflasi dan Konflik Timur Tengah
Investor khawatir perang berkepanjangan di Timur Tengah akan mengganggu pasokan energi global dan mempersulit upaya bank sentral menurunkan inflasi.
Di sisi korporasi, saham Qualcomm melonjak hampir 12% dan mencatat kenaikan mingguan lebih dari 18%.
Secara mingguan, S&P 500 menguat 0,9% dan mencatat delapan pekan kenaikan beruntun, reli terpanjang sejak akhir 2023.
Dow Jones naik 2,1% dan membukukan pekan positif ketiga dalam empat minggu terakhir, sementara Nasdaq menguat 0,5% dan mencatat kenaikan mingguan ketujuh dalam delapan pekan.

