Saham Tambang dan Bank Angkat Bursa Eropa di Tengah Gejolak Obligasi Global
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Inflasi Inggris mereda. Sementara itu, investor terus mencermati lonjakan yield obligasi global akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga
Pasar Obligasi Global Bergejolak Dipicu Inflasi dan Konflik Timur Tengah
Dikutip dari CNBC, indeks Stoxx Europe 600 pan-Eropa naik 1,5%, dengan mayoritas sektor dan bursa regional berada di zona hijau. Saham sektor pertambangan, perbankan, dan teknologi memimpin penguatan, sementara sektor media tertinggal dari indeks utama.
Sentimen pasar global masih dibayangi gejolak pasar obligasi pemerintah dunia. Yield obligasi Treasury AS tenor 30 tahun sempat melonjak di atas 5,19%, level tertinggi sejak 2007, sebelum akhirnya sedikit mereda pada perdagangan Rabu. Sementara itu, yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak mendekati 4,69%.
Lonjakan yield mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global yang dipicu kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Situasi semakin panas setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya “tinggal satu jam lagi” untuk memutuskan serangan terhadap Iran, sebelum akhirnya menunda keputusan tersebut selama beberapa hari.
Baca Juga
Di Inggris, data awal dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan inflasi April turun menjadi 2,8%, lebih rendah dibanding ekspektasi ekonom Reuters sebesar 3%. Angka tersebut juga turun dari level 3,3% pada Maret lalu.
Penurunan inflasi terutama dipicu penerapan batas harga energi oleh regulator energi Inggris Ofgem sejak 1 April. Meski demikian, pasar masih memperkirakan tekanan harga akan kembali meningkat akibat lonjakan biaya energi yang dipicu konflik Iran.
Pasca data inflasi dirilis, poundsterling melemah tipis terhadap dolar AS dan euro. Yield obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun turun 5 basis poin menjadi 5,075%.
Di sisi korporasi, perusahaan analitik data dan kredit Experian mengumumkan program buyback saham senilai US$1 miliar serta memproyeksikan pertumbuhan pendapatan organik sebesar 6%-8% pada tahun fiskal 2027.

