Bursa Asia Cenderung Menguat Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas dibuka menguat pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Harga minyak dunia sedikit melemah menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran.
Sentimen pasar membaik setelah Trump mengatakan bahwa serangan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung Selasa dibatalkan sementara demi memberi ruang bagi negosiasi baru dengan Teheran.
Baca Juga
Harga minyak Brent kontrak Juli turun 2,09% menjadi US$109,76 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,75% ke level US$107,84 per barel.
Meski demikian, harga energi global masih bertahan tinggi akibat ketidakpastian konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Pasar kini menilai penundaan serangan hanya memberi jeda sementara di tengah ketegangan yang masih sangat rapuh antara Washington dan Teheran.
Baca Juga
Pertumbuhan Jepang
Di Jepang, investor mencermati data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama yang menunjukkan ekonomi tumbuh 2,1% secara tahunan, lebih tinggi dibanding estimasi analis Reuters sebesar 1,7%.
Angka tersebut juga meningkat dibanding pertumbuhan 1,3% pada kuartal sebelumnya. Namun data itu belum sepenuhnya mencerminkan dampak perang Iran yang mulai pecah pada akhir Februari.
Indeks Nikkei 225 sempat menguat sebelum akhirnya bergerak sedikit melemah, sedangkan indeks Topix naik 0,61%.
Perhatian investor juga tertuju pada pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Sementara itu, pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan tajam. Indeks Kospi turun 3,86%, sedangkan indeks saham small-cap Kosdaq merosot 3,40%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,89%.
Pasar saham China daratan bergerak datar dengan indeks CSI 300 stagnan, sementara indeks Hang Seng Index di Hong Kong naik 0,26%.
Saham Standard Chartered yang tercatat di Hong Kong naik 2,44% setelah bank tersebut menaikkan target tingkat pengembalian tahun 2028 menjadi 15%, naik tiga poin persentase dibanding target 2025.
Bank itu juga mengumumkan rencana pengurangan 15% posisi fungsi korporasi hingga 2030 sebagai bagian dari efisiensi operasional.
Selat Hormuz
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta AS menunda serangan terhadap Iran karena “negosiasi serius sedang berlangsung.”
Trump menegaskan kesepakatan baru nantinya harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Namun di saat yang sama, Trump juga memperingatkan militer AS tetap siap melancarkan “serangan besar-besaran” jika tidak tercapai kesepakatan yang dapat diterima Washington.
Meski gencatan senjata masih berlaku, Iran hingga kini tetap menutup Selat Hormuz, sementara AS terus memblokade pelabuhan Iran.
Baca Juga
Lembaga pemeringkat Moody's memperingatkan bahwa peluang tercapainya penyelesaian cepat antara AS dan Iran masih sangat kecil.
“Ketika konflik Timur Tengah memasuki bulan ketiga, hanya ada sedikit prospek penyelesaian cepat dan berkelanjutan antara AS dan Iran, termasuk pembukaan penuh Selat Hormuz,” tulis Moody’s dalam catatannya, seperti dikutip CNBC
Sementara itu, kontrak berjangka Wall Street bergerak tipis menguat. Futures indeks S&P 500 naik 0,1%, futures Nasdaq-100 menguat 0,2%, dan futures Dow Jones Industrial Average naik sekitar 25 poin.
Pada perdagangan Senin sebelumnya, Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 kembali melemah akibat tekanan pada saham teknologi dan kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi global.

