Indonesia Kecam Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla, Prioritaskan Pelindungan WNI
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis yang turut dalam misi kemanusiaan dan dicegat militer Israel tersebut. Ketiga jurnalis itu, yakni jurnalis Republika, Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai Rifan serta seorang jurnalis Tempo Andre Prasetyo
Baca Juga
Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan hingga saat ini sedikitnya 10 kapal telah dikonfirmasi ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne.
Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono alias Abeng hingga saat ini masih terus diupayakan untuk dihubungi guna mengetahui status kapal. Termasuk kondisi Bambang Noroyono di kapal tersebut.
“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” lanjutnya.
Yvonne juga menegaskan pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat.
“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” ujarnya.
Baca Juga
Kapal Kemanusiaan Menuju Gaza Masuki Zona Kuning, GPCI Tetapkan Status Siaga 1
Sejak awal, Kemenlu melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan para WNI.
Kemenlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.

