Trump Tiba Beijing di Tengah Perang Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Beijing, China, Rabu (13/05/2026), untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping, di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap perang Iran, inflasi global, perdagangan, hingga persaingan kecerdasan buatan (AI). Kedatangan Trump ke Beijing menjadi sorotan global karena berlangsung di saat posisi politik domestiknya sedang tertekan akibat perang Iran dan kenaikan inflasi di Amerika Serikat.
Media Associated Press (AP) dalam live update yang dipublikasikan dan diperbarui Rabu (13/5/2026) pukul 22.43 WIB melaporkan, Trump tiba di Beijing untuk mengikuti summit selama dua hari bersama Xi Jinping. “Dunia sedang gelisah oleh perang, perdagangan, dan kecerdasan buatan,” tulis AP dalam laporannya.
Media tersebut menyebut Trump berharap memperoleh kemenangan diplomatik dan ekonomi melalui kesepakatan pembelian pangan serta pesawat Amerika oleh China. Trump bahkan mengatakan pembicaraan dengan Xi akan lebih banyak berfokus pada perdagangan dibanding isu lainnya. “Trade more than anything else,” kata Trump kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih.
Namun demikian, perang Iran tetap menjadi salah satu agenda utama pembahasan kedua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut. Media NBC News dalam laporan yang diperbarui Rabu (13/05/2026) pukul 11.14 EDT atau sekitar 22.14 WIB menyebut summit Trump-Xi berlangsung di tengah “fragile trade truce” atau gencatan dagang rapuh antara Washington dan Beijing.
NBC juga menyoroti bahwa perang AS-Iran kini mulai membebani ekonomi Amerika Serikat melalui lonjakan inflasi dan harga energi. Laporan live AP menyebut inflasi AS kembali mengecewakan Wall Street, sementara pasar saham bergerak mixed akibat tekanan kenaikan harga dan ketidakpastian geopolitik.
Selain isu perdagangan dan Iran, status Taiwan juga diperkirakan menjadi salah satu topik sensitif dalam pembicaraan Trump dan Xi Jinping. Ketegangan terkait Taiwan bahkan semakin terlihat setelah anggota Partai Demokrat di DPR AS meminta Trump melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan menjelang pertemuan Beijing.
Sementara itu, Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan dirinya mendoakan agar kunjungan Trump ke China menghasilkan kebijakan yang menguntungkan Amerika Serikat.
Baca Juga
“Rakyat Amerika tidak akan lagi dimanfaatkan oleh lawan maupun sekutu,” ujar Johnson dalam konferensi pers di Washington, sebagaimana dikutip AP.
Kedatangan Trump ke Beijing juga mendapat sambutan besar dari pemerintah China. Media internasional melaporkan Trump menerima penyambutan penuh seremoni di bandara Beijing. Bahkan, kedatangan Trump menjadi trending topic di platform media sosial China, Weibo. Warga Beijing dilaporkan memadati sejumlah ruas jalan sambil mengangkat telepon genggam untuk merekam iring-iringan kendaraan Trump menuju pusat kota.
NBC News juga melaporkan sejumlah tokoh besar industri teknologi Amerika ikut dalam rombongan Trump ke China, termasuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, hingga CEO Nvidia Jensen Huang. Kehadiran para petinggi teknologi tersebut memperlihatkan bahwa isu AI dan perang teknologi antara AS-China diperkirakan menjadi salah satu agenda strategis dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Di tengah ketegangan global, summit Beijing kini dipandang sebagai salah satu pertemuan geopolitik paling penting tahun 2026 karena dapat menentukan arah hubungan AS-China, stabilitas perdagangan dunia, hingga dinamika perang Iran dalam beberapa bulan mendatang.

