Pesta Rekor di Wall Street Berlanjut, S&P 500 Tembus 7.400 Pertama Kali
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Wall Street kembali mencetak rekor baru pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (12/5/2026) WIB. Hal ini didorong kuatnya reli saham teknologi meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.
Indeks S&P 500 naik 0,19% dan ditutup di level 7.412,84, sekaligus mencatat penutupan pertama di atas level 7.400. Nasdaq Composite naik 0,1% menjadi 26.274,13. Kedua indeks sempat menyentuh rekor tertinggi intraday baru sebelum akhirnya ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 95,31 poin atau 0,19% menjadi 49.704,47.
Baca Juga
Saham Teknologi Pimpin Reli di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Baru
Pasar sempat dibayangi kekhawatiran baru setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Iran sebelumnya mengirim proposal baru kepada negosiator AS yang menekankan penghentian perang di seluruh front serta pencabutan sanksi terhadap Teheran, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim.
Namun Trump melalui Truth Social menyatakan respons Iran “sama sekali tidak dapat diterima!” Trump bahkan menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran yang telah berlangsung sekitar satu bulan kini berada dalam kondisi “life support” atau sangat rapuh.
Perkembangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia. WTI naik 2,78% menjadi US$98,07 per barel, sedangkan Brent crude menguat 2,88% ke level US$104,20 per barel.
Meski demikian, investor tampaknya lebih fokus pada reli sektor teknologi yang terus menopang pasar saham AS.
CEO Infrastructure Capital Advisors Jay Hatfield mengatakan ledakan sektor teknologi saat ini terlalu kuat untuk diganggu oleh kenaikan harga energi. “Boom teknologi terlalu besar sehingga kenaikan harga energi tidak terlalu memengaruhi ekonomi maupun pasar saham AS. Semua orang mulai mengabaikan Timur Tengah,” ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Hatfield memperkirakan pasar akan bergerak cenderung datar dalam beberapa bulan ke depan selama perang Iran masih berlangsung. Namun tekanan geopolitik itu akan diimbangi oleh pertumbuhan luar biasa sektor teknologi.
Saham Micron Technology melonjak 6,5% seiring berlanjutnya reli saham chip memori. Sementara Nvidia naik hampir 2% berkat optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Pasar ini tidak ingin turun karena dorongan besar dari boom teknologi,” kata Hatfield.
Baca Juga
Wall Street Pecah Rekor Baru, Saham Apple Jadi Motor Penggerak
Pergerakan positif tersebut memperpanjang reli Wall Street setelah pekan lalu S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%, sekaligus mencatat enam pekan penguatan beruntun — yang pertama sejak 2024.
Dow Jones juga naik 0,2% sepanjang pekan lalu dan mencatat lima pekan penguatan dalam enam pekan terakhir.

