Bursa Asia Tren Positif, Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi
Poin Penting
|
SEOUL, investortrust.id - Pasar saham Korea Selatan mencatat rekor tertinggi baru pada Senin (4/5/2026), melanjutkan reli kuat sepanjang April, di tengah perhatian investor terhadap dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga
Trump Siapkan “Project Freedom” untuk Bebaskan Kapal di Selat Hormuz
Sentimen pasar dipengaruhi oleh rencana AS untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz melalui inisiatif “Project Freedom” yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Operasi ini dijadwalkan dimulai Senin waktu Timur Tengah, dengan fokus pada evakuasi kapal sipil dari negara non-konflik yang terjebak akibat penutupan jalur tersebut.
US Central Command menyatakan dukungan militer akan mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat darat dan laut, platform tanpa awak, serta sekitar 15.000 personel militer.
Pengumuman ini turut menekan harga minyak. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli turun 0,59% ke US$101,34 per barel, sementara Brent melemah 0,27% ke US$107,88 per barel.
Di kawasan Asia-Pasifik, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menguat, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit melemah. Bursa Jepang dan China tutup karena libur nasional.
Sementara itu, futures saham AS sedikit menguat pada Minggu malam. S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik tipis 0,1%, sementara Dow Jones bertambah sekitar 100 poin.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Menguat, Investor Cermati Perkembangan Konflik Timur Tengah
Pada perdagangan Jumat, S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi baru, didorong optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan perkembangan geopolitik. Namun, Dow Jones justru melemah tipis.
Pasar global kini bergerak dalam keseimbangan antara optimisme pemulihan jalur perdagangan energi dan risiko ketegangan geopolitik yang masih tinggi.

