Bursa Eropa Jatuh, tapi Saham Adidas Melejit Hampir 9%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/4/2026), di tengah derasnya laporan keuangan korporasi. Ketidakpastian di pasar energi global meningkat setelah keputusan mengejutkan Uni Emirat Arab keluar dari OPEC.
Baca Juga
Pasar Eropa Lesu di Tengah Ketidakpastian Konflik Iran dan Guncangan OPEC
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,7%, dengan mayoritas sektor dan bursa utama berada di zona merah. Sentimen pasar tertekan oleh prospek pasokan minyak yang semakin kompleks, terutama karena keluarnya salah satu produsen besar dari kartel energi tersebut.
Di tengah tekanan itu, musim laporan keuangan memberikan gambaran beragam. UBS mencatat lonjakan kinerja dengan laba bersih kuartal pertama mencapai US$3 miliar, melampaui ekspektasi analis, didorong oleh performa kuat di bisnis pasar modal dan arus masuk dana pada unit manajemen aset.
Sebaliknya, Deutsche Bank justru mengalami tekanan di pasar saham meski mencetak laba pasca pajak tertinggi sebesar 2,17 miliar euro. Investor merespons negatif peningkatan cadangan kerugian kredit yang mencapai 519 juta euro, lebih tinggi dari perkiraan.
Sementara itu, Santander mencatat kinerja solid dengan laba inti 3,56 miliar euro, melampaui proyeksi pasar dan tumbuh 12% secara tahunan. Bank ini juga diuntungkan oleh penambahan 8 juta nasabah baru, yang mendorong pendapatan bunga.
Di luar sektor perbankan, sorotan utama tertuju pada Adidas yang melonjak 8,35% setelah mencatatkan kinerja kuartal pertama di atas ekspektasi. Penjualan perusahaan naik 14% menjadi 6,6 miliar euro, sementara laba operasional meningkat 16% menjadi 705 juta euro.
Namun, sentimen positif tersebut tertutupi oleh kekhawatiran pasar energi. Keluarnya UEA dari OPEC dipandang sebagai pukulan terhadap koordinasi produksi global. Meski negara tersebut berpotensi meningkatkan produksi secara mandiri, gangguan distribusi akibat blokade di Selat Hormuz tetap membatasi pasokan global.
Baca Juga
Reli Wall Street Terhenti, Saham Chip Anjlok Terseret Sentimen OpenAI
Di sisi lain, investor juga mencermati sektor teknologi setelah laporan bahwa OpenAI gagal memenuhi target pendapatan dan pertumbuhan pengguna internal. Kekhawatiran muncul bahwa perusahaan dapat menghadapi tekanan dalam memenuhi kontrak komputasi jika pertumbuhan tidak meningkat.

