Analis Salut, Bank Mandiri Piawai Membidik Kredit Berimbal Hasil Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Realisasi pertumbuhan laba bersih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) hingga September 2023 telah melampaui ekspektasi dari kalangan analis di empat sekuritas ternama. Lompatan laba antara lain didukung strategi Bank Mandiri yang mampu menyasar ke segmen kredit dengan imbal hasil tinggi. Itulah yang membuat sejumlah sekuritas menaikkan level atau merevisi naik target harga BMRI.
Empat sekuritas ini, yaitu Ciptadana Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia, CGS CIMB Sekuritas, dan Samuel Sekuritas Indonesia, mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga bervariasi mulai dari Rp 6.550-7.000.
Bahkan CGS CIMB Sekuritas dan RHB Sekuritas memilih untuk merevisi naik target harga BMRI setelah lompatan laba bersih perseroan hingga September 2023. CIMB Sekuritas merevisi naik target saham BMRI dari Rp 6.750 menjadi Rp 6.850. Sedangkan RHB Sekuritas menaikkan target harga dari Rp 6.600 menjadi Rp 6.970.
BMRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 39,1 triliun hingga kuartal III-2023 atau menunjukkan pertumbuhan sebesar 27,4% year on year (yoy). Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada ekosistem baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan.
Bank Mandiri juga berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi menembus Rp 2.007 triliun hingga kuartal III-2023. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,11% (yoy), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank Mandiri menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp 1.315,92 triliun pada September 2023 dari posisi setahun sebelumnya sebesar Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% (yoy).Jika dirinci, kredit Bank Mandiri menorehkan pertumbuhan positif hampir di seluruh segmen, terutama kredit segmen komersial dengan kenaikan signifikan sebesar 18,55% (yoy) menjadi Rp 222,3 triliun sampai akhir kuartal III 2023.
Rasio dana murah atau CASA Ratio Bank Mandiri praktis terkerek naik menjadi 73,73 % secara konsolidasi dan 78,8% secara bank only di September 2023. Posisi tersebut membaik bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 69,73% secara konsolidasi dan 73,2% secara bank only.
Analis CIMB Sekuritas Owen Tjandra, Utami Ratnasari, dan Handy Noverdanius mengatakan, perkiraan pertumbuhan kinerja keuangan BMRI direvisi naik setelah melihat pertumbuhan kredit perseroan sampai September dan outlook kredit yang lebih baik sampai akhir tahun.
Hal ini mendorong CIMB Sekuritas menaikkan level target laba bersih perseroan tahun ini dari Rp 49,12 triliun menjadi Rp 50,88 triliun. Peningkatan target tersebut memperhitungkan revisi naik pertumbuhan kredit perseroan dari 11,4% menjadi 11,8% sepanjang 2023. Perkiraan biaya kredit juga direvisi turun dari semula 1,3% menjadi 1,1%, sehingga terjadi efisiensi. Sedangkan margin bunga bersih (NIM) diperkirakan tetap stabil di level 5,6%.
“Kami merevisi naik target laba bersih BMRI tahun ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang lebih baik dan biaya kredit yang turun. Hal ini mendorong kami menaikkan level target harga saham BMRI menjadi Rp 6.850,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan, Rabu (01/11/2023).
Revisi lebih tinggi kinerja keuangan dan target harga saham BMRI juga disampaikan analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan David Chong. Mereka menyebutkan, realisasi laba bersih perseroan sampai kuartal III-2023 telah melampaui estimasi.
“Raihan laba Bank Mandiri sampai September 2023 telah melampaui estimasi kami atau setara dengan 84% dari target yang kami tetapkan sebelumnya. Lompatan laba tersebut didukung oleh keberhasilan perseoran dalam menekan biaya kredit dan belanja operasional yang terkelola dengan baik,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan baru-baru ini.
Tak hanya itu, sekuritas ini menyebutkan, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan kredit yang kuat di seluruh segmen. NIM juga menunjukkan tren penguatan, meski menghadapi tantangan kompetisi penyaluran kredit. Kualitas aset kredit pun menunjukkan perbaikan yang signfikan.
Lompatan sejumlah indikator tersebut mendorong RHB Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan tahun ini dari Rp 46,77 triliun menjadi Rp 48,28 triliun. Sedangkan laba per saham diperkirakan naik dari perkiraan semula Rp 501 menjadi Rp 517 per saham.
RHB Sekuritas juga merevisi naik target biaya kredit dari semula 1,2% menjadi 1,05%. ROE (return on equity) diperkirakan naik dari semula 19,6% menjadi 20,2% hingga akhir tahun. Sedangkan pertumbuhan kredit diperkirakan berada di level 11% sepanjang tahun ini.
Revisi naik proyeki kinerja keuangan tersebut mendorong RHB Sekuritas juga menaikkan target harga saham BMRI dari semula Rp 6.600 menjadi Rp 6.970 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Kenaikan target harga saham tersebut juga mencerminkan PBV sekitar 2,37 kali.
Pandangan positif terhadap performa kinerja keuangan Bank Mandiri juga datang dari analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan. Menurut dia, realisasi laba bersih perseroan sampai September 2023 sudah melampaui estimasi.
“Perolehan laba bersih tersebut sudah merefleksikan 76% dari target tahun ini. Sedangkan pencapaian PPOP (laba operasi sebelum pencadangan) sudah mencerminkan 73% dari target tahun ini. Ciptadana Sekuritas memasang target laba bersih BMRI Rp 51,35 triliun dan PPOP Rp 84,92 triliun tahun 2023,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan Rabu (01/11/2023).
Selain keberhasilan mencetak lompatan laba, dia mengatakan, BMRI diperkirakan mampu untuk menekan biaya kredit lebih lanjut sampai akhir tahun. Begitu juga dengan LAR (loan at risk) menunjukkan penurunan menjadi 9,8% pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal II-2023 sekitar 10,4%. Kualitas aset Bank Mendiri pun terus menunjukkan perbaikan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 6.550. Target harga tersebut telah memperhitungkan biaya kredit yang cenderung turun dan kualitas aset yang terus mengalami perbaikan. Target harga tersebut sudah memasukan asumsi perkiraan price to book value (PBV) tahun 2024 sekitar 2,1 kali.
Top Picks
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Brandon Boedihman dan Prasetya Gunadi menyoroti peluang BMRI mempertahnakn pertumbuhan rasio biaya dana terhadap pendapatan (CIR) menjadi 36% dalam jangka panjang. Hal ini didukung oleh akuisisi digital yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi.
“Perlu digarisbawahi bahwa pengetatan likuiditas akan menjadi tantangan utama bagi sektor perbankan pada kuartal terakhir tahun ini. Namun, manajemen yakin bahwa target NIM tahun ini sebesar 5,3-5,6% dapat dicapai, karena BMRI masih memiliki ruang untuk melakukan repricing imbal hasil pinjaman korporasidan BMRI akan terus fokus menyalurkan pinjaman ke segmen dengan imbal hasil tinggi,” kata kedua analis itu dalam riset yang diterbitkan hari ini, Rabu.
Samuel Sekuritas menambahkan, manajemen diyakini mampu menekan biaya dana (CoF) sehingga bakal terkendali, seiring dengan makin populernya aplikasi digital Livin. Hal ini tentu membantu BMRI untuk meningkatkan rasio dana murah (CASA). Sebagaimana diketahui, lebih dari 80% CASA nasabah BMRI sudah terhubung dengan Livin.
Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.000. Target tersebut menyiratkan 2,3x PBV pada 2024. BMRI tetap menjadi top pick saham dari sektor perbankan, karena BMRI mempunyai strategi untuk beralih ke aset-aset dengan imbal hasil tinggi sambil terus meningkatkan jejak digital dan use case nasabah ritel dan korporasi melalui saluran digitalnya.
Selama 10 bulan pertama 2023, saham BMRI menorehkan gain sebesar 14,35%, ditutup di level 5.675 pada 31 Oktober 2023.
Prospek Saham BMRI
CGS CIMB Sekuritas
Rekomendasi : Add
Target harga : Rp 6.850
RHB Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 6.970
Ciptadana Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 6.550
Samuel Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 7.000
Kredit Prospektif Per Wilayah
Saat memaparkan kinerja keuangan kuartal III-2023, Senin (30/10/2023), Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah, terutama mendorong sektor yang prospektif di setiap wilayah.
Kredit di seluruh segmen tumbuh positif. Kredit komersial naik signifikan sebesar 18,55% (yoy), kredit segmen SME (Small Medium Enterprise) tumbuh 11,73%, segmen mikro meningkat 10,09%, serta kredit konsumer bertumbuh 12,04% (yoy). Khusus kredit korporasi, pada kuartal III ini menjadi kontributor portofolio kredit terbesar perseroan, dengan realisasi mencapai Rp 449 triliun dan tumbuh 9,55% (yoy).
Darmawan Junaidi menegaskan, pertumbuhan laba BMRI merupakan hasil dari strategi yang berfokus pada ekosistem baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan. “Ke depan, Bank Mandiri akan terus berinovasi dan bertransformasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Lewat pemetaan bisnis yang tepat, kami yakin Bank Mandiri akan terus tumbuh dan berkembang menjadi bank yang unggul dan berdaya saing di tingkat regional maupun global,” kata dia.
Sementara itu, transformasi digital Bank Mandiri telah membuahkan hasil positif. Bank Mandiri yang berusia 25 tahun pada 2 Oktober itu telah meluncurkan tiga layanan digital teranyar. Antara lain, aplikasi wirausaha yang memudahkan nasabah pebisnis yaitu Livin’ Merchant, tampilan baru yang lebih menarik dari Livin’ Sukha, dan fitur terbaru Kopra by Mandiri bertajuk Kopra Beyond Borders yang ditujukan untuk memudahkan nasabah wholesale dalam bertransaksi di luar negeri.
Menurut Darmawan, komitmen Bank Mandiri dalam mendorong digitalisasi telah membukukan pertumbuhan signifikan. Super App Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel telah diunduh lebih dari 32 juta kali sejak diluncurkan. Jumlah pengguna Livin’ melesat 55% (yoy) di September 2023 menjadi 21 juta, mengelola lebih dari 2,02 miliar transaksi (ytd), melesat 46% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, telah berhasil mengelola Rp 13.950 triliun transaksi hingga September 2023 atau tumbuh 1,3 kali lipat sejak rilis pada Oktober 2021. Hadir dalam versi mobile app, pengguna meningkat 132% (yoy) menjadi 158 ribu.
“Kehadiran Livin’ dan Kopra by Mandiri menjadi senjata bagi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah yang signifikan,” kata Darmawan.
Bank Mandiri juga merilis aplikasi Livin’ Merchant untuk mendigitalisasi transaksi pembayaran di merchant UMKM. Sejak diluncurkan 12 Juni 2023 Livin’ Merchant telah diunduh oleh lebih dari 1,5 juta UMKM hingga 19 Oktober 2023.
Kualitas Aset Terjaga
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Mandiri konsisten menjaga kualitas aset. Hal ini tercermin dari posisi non performing loan (NPL) bank only yang melandai ke level 1,36% per September 2023.
Dalam menjaga kualitas aset, Bank Mandiri juga telah membentuk pencadangan yang memadai. “Sampai dengan September 2023 kami telah menyiapkan pencadangan yang cukup, dengan NPL Coverage ratio bank only mencapai 339,34%, meningkat dari posisi September 2022 yang sebesar 292,28%,” tutur Darmawan.
Adapun, sampai dengan akhir September 2023, posisi restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 Bank Mandiri makin landai menjadi Rp 23,8 triliun. Jumlah ini sudah jauh lebih rendah dari September 2022 di posisi Rp 45,6 triliun, atau menurun -47,81% secara YoY.
Sebagai agent of development, Bank Mandiri juga terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, yang tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sampai dengan September 2023, baki debet KUR mencapai Rp 60,59 triliun.
Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga telah membantu membukakan akses masyarakat yang sebelumnya unbanked kepada layanan perbankan melalui dukungan 132 ribu Mandiri agen yang menjangkau 2,75 juta nasabah.
Bank Mandiri juga telah menerapkan tiga pilar implementasi nilai lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance) atau ESG. Ketiga pilar ini, terang Darmawan menjadi target perseroan dalam mendukung ekosistem berkelanjutan.
Hasilnya, sampai dengan September 2023, Bank Mandiri telah menyalurkan portofolio berkelanjutan sebesar Rp 253 triliun atau 24,9% dari total kredit perseroan. Dari portofolio tersebut, penyaluran terbesar masuk ke sektor UMKM dan kegiatan sosial sebesar Rp 131 triliun, disusul oleh sektor pertanian berkelanjutan Rp 97,9 triliun.
“Pembiayaan hijau atau green financing ini telah diarahkan untuk fokus ke sektor berkelanjutan, seperti sektor perkebunan yang telah tersertifikasi ISPO atau RSPO, energi baru dan terbarukan seperti pembangkit listrik bertenaga hydro, geothermal, transportasi, hingga ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir,” papar Darmawan.
Hingga September 2023, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 2.253 kantor cabang, termasuk cabang digital (smart branch), 2.236 kantor mikro (unit & kios mikro). Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 13.068 unit. (Hari Gunarto)

