Mesin Uang Penopang Resiliensi Delta Dunia
JAKARTA, investortrust.id – PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) merupakan salah satu perusahaan berbasis batu bara yang tergolong resilien di tengah tren longsornya komoditas emas hitam ini di pasar global. Kinerja perusahaan induk ini tak lepas dari mesin uang di jajaran anak perusahaan, terutama PT Bukit Makmur Mandiri Utama Tbk (BUMA).
BUMA merupakan salah satu kontraktor pertambangan batu bara terbesar di Indonesia berdasarkan volume produksi. Pada Desember 2021, BUMA, melalui BUMA Australia Pty Ltd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh BUMA, mengakuisisi Open Cut Mining East di Australia milik Downer EDI Limited.
Pada 2023, Delta Dunia Group memperluas portofolionya dengan penambahan dua anak perusahaan baru. Pertama, PT Bukit Teknologi Digital (B-TECH), yang menawarkan solusi teknologi pertambangan komprehensif yang memberdayakan perusahaan-perusahaan di industri pertambangan. Kedua, PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU), sebuah entitas sosial yang didedikasikan untuk pendidikan, sekolah-sekolah kejuruan, dan memajukan ekonomi berkelanjutan.
Perseroan yang memiliki 16 ribu karyawan ini juga memiliki dua anak perusahaan lainnya, yaitu PT Banyubiru Sakti (BBS) dan PT Pulau Mutiara Persada (PMP), yang saat ini merupakan entitas nonaktif.
Pada November 2023, Delta Dunia melakukan private placement tanpa perantara senilai US$ 4 juta dengan Asiamet Resources Limited yang terdaftar di AIM. Penempatan ini menambah kepemilikan saham Delta Dunia Group dari 24,2% menjadi 34,5%.
Proyek tembaga BKM yang menjadi unggulan Asiamet di Kalimantan Tengah telah menyelesaikan tahap studi kelayakan. “Kami terus mendukung Asiamet dalam melanjutkan proyek tembaga BKM ke tahap-tahap teknis selanjutnya. Tembaga tetap menjadi logam strategis yang penting dan sentral bagi inisiatif transisi energi. Tim kami yang beragam bekerja sama erat dengan Asiamet, menunjukkan komitmen Delta Dunia Group,” kata Ronald Sutardja, Presiden Direktur Delta Dunia Group.
Delta Dunia Group yakin bahwa kerja sama dengan Asiamet, yang memanfaatkan keahlian utama PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dalam layanan pertambangan di Indonesia, akan menjadi bagian dari strategi diversifikasi komoditas group yang lebih luas.
Sejauh ini, kinerja keuangan DOID cukup solid. Perseroan mencatatkan pendapatan US$ 1,36 miliar hingga kuartal III-2023, meningkat 19% dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 1,14 miliar. Pendapatan sebesar itu merupakan kontribusi grup usaha perseroan, baik anak perusahaan yang beroperasi di Indonesia maupun di Australia.
Khusus kuartal III tahun ini, pendapatan DOID mencapai US$ 506 juta atau setara Rp7,9 triliun. Pendapatan kuartal III ini merupakan pendapatan kuartalan terbesar yang pernah dicapai Delta Group.
“Indonesia dan Australia mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat dengan pencapaian rekor pendapatan kuartalan tertinggi sebesar US$ 506 juta,” ungkap Direktur Utama PT Delta Dunia Makmur, Ronald Sutardia, Rabu (13/12/2023).
Seiring lonjakan pendapatan, laba operasional naik sebesar 19% menjadi US$ 59 juta dibanding kuartal III 2022 sebesar USD 50 juta.Sedangkan laba bersih sebesar US$ 17 juta, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 15 juta.
Sementara itu, posisi EBITDA per September 2023 sebesar US$ 302 juta. Angka ini juga meningkat 11% dari periode tahun 2022 sebesar US$ 273 juta. Sedangkan untuk EBITDA khusus kuartal III 2023 sebesar US$ 127. “Nah ini kita tertinggi selama 9 bulan EBITDA-nya,” tuturnya.
Sementara arus kas bebas perseroan meningkat signifikan menjadi US$ 159 juta dengan posisi kas sebesar US$ 230 juta. “Dengan hasil arus kas yang baik kita menurunkan rasio utang terhadap EBITDA menjadi yang terendah selama lima tahun terakhir,” papar Ronald.
Menurut Ronald, tahun 2023 adalah tahun terbaik bagi perseroan dalam posisi kas untuk menurunkan ratio utang. “Driver-nya adalah beberapa hal dari industri pertambangan seperti batu bara thermal, batu bara metalurgi,” ungkapnya.
Dengan performa DOID tersebut, Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jumat (26/01/2024) merekomendasikan buy on weakness DOID. Target harga yang ditetapkan sebesar Rp 410 - Rp 444.
PT Delta Dunia Makmur Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tanggal 15 Juni 2001. Sebanyak 37,86% sahamnya dipegang oleh Northstar Tambang Persada Ltd dan sisanya dimiliki oleh publik.
Awal tahun ini, Delta Dunia melalui anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menerima faslititas pinjaman senilai US$ 750 juta dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Menurut Presiden Direktur DOID, Ronald Sutardja, pinjaman ini digunakan untuk akuisisi, investasi, belanja modal, dan pembayaran kembali utang BUMA.
BUMA, Mesin Uang
Perfoma keuangan DOID tidak terlepas dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan yang menjadi mesin pencetak uang. BUMA mencetak kinerja dengan pertumbuhan yang pesat, hingga mampu memecahkan rekor pendapatan dari tahun ke tahun.
Direktur BUMA Silfanny Bahar menyatakan, selama sembilan bulan di 2023, BUMA telah berhasil memecahkan rekor pendapatan sebesar US$ 1,363 miliar dengan EBITDA US$ 308 juta, yang menghasilkan keuntungan bersih sebesar US$ 30 juta.
“Pada periode yang sama, BUMA menunjukkan kapasitas arus kas yang tangguh, di mana arus kas operasional perusahaan melonjak menjadi US$ 237 juta. Dengan EBITDA yang terus meningkat dan peningkatan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,85x, perusahaan siap mempertahankan metrik kredit yang kuat,” kata Silfanny.
Pada 4-8 Desember 2023, perusahaan membuka masa Penawaran Umum Obligasi I BUMA Tahun 2023, yang sekaligus merupakan strategi diversifikasi perusahaan dalam memperluas opsi pembiayaan yang sebelumnya terdiri atas Obligasi, Pinjaman Bank Konvensional dan Syariah, serta skema pembiayaan Leasing yang semuanya dalam mata uang dollar AS.
“Langkah strategis ini merupakan tonggak bersejarah bagi BUMA sekaligus mempertegas kredibilitas BUMA sebagai perusahaan jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia,” ujar Silfanny.
25 Tahun Bermakna
Merayakan ulang tahun ke-25 pada 7 Desember 2023, BUMA menggelar perayaan dengan tema "25 Tahun BUMA Bermakna: Memberi Manfaat untuk Indonesia," menekankan komitmen berkelanjutan BUMA dalam memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, serta dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas.
“BUMA telah menempuh perjalanan luar biasa, dimulai dari sebuah perusahaan subkontraktor hingga bertumbuh menjadi salah satu perusahaan jasa pertambangan terbesar di Indonesia dan Australia. Selama 25 tahun, BUMA fokus menciptakan keunggulan operasional, mendorong inovasi, dan memegang teguh prinsip ESG untuk membangun industri pertambangan yang berkelanjutan,” kata Indra Kanoena, Presiden Direktur BUMA.
Dimulai sebagai perusahaan subkontraktor pertambangan pada tahun 1998, BUMA berkembang menjadi perusahaan jasa penambangan besar yang kemudian diakuisisi oleh Delta Dunia Group pada tahun 2009, terus bertumbuh menjadi perusahaaan jasa penambangan independen terkemuka di Indonesia.
Pada tahun 2021, BUMA mengakuisisi BUMA Australia (BUMA Australia Pty Ltd) memperluas layanan pertambangan ke salah satu pusat pertambangan dunia serta mendiversifikasi komoditas pertambangan perusahaan ke metallurgical coal, yang menyokong pesat pertumbuhan perusahaan.
Sejak akuisisi BUMA Australia pada tahun 2021, kata Indra, buku pesanan BUMA Australia meningkat empat kali lipat, mendorong kinerja perusahaan lebih lanjut. Dengan riwayat hubungan pelanggan yang solid dan jangka panjang dengan perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia, BUMA telah berhasil memegang pangsa pasar kedua di sektor pertambangan Indonesia dan kontraktor kelas satu di Australia.
BUMA menyediakan rangkaian layanan pertambangan yang komprehensif dengan pendekatan dari hulu ke hilir, mencakup pembongkaran lapisan tanah penutup, penambangan batu bara, pengangkutan, dan rehabilitasi tambang.
BUMA juga mampu mengelola operasi tambang yang kompleks dan menantang, termasuk di pulau-pulau kecil, serta menyelesaikan masalah teknis tingkat tinggi - seperti penanganan rembesan air laut, penanganan lumpur, antisipasi potensi dan penanganan geoteknikal dan gelombang pasang air laut - hingga memindahkan sungai demi meminimalkan dampak lingkungan dan mencapai efisiensi operasional yang optimal.
Salah satu inovasi unggul BUMA adalah integrasi sistem manajemen armada (fleet management system) terkini guna optimalisasi operasional tambang serta penerapan teknologi algoritma machine learning yang mampu memprediksi potensi kerusakan komponen pada alat-alat berat, yang dikenal sebagai Predictive Maintenance (PdM).
“Di BUMA, kami menyadari pentingnya inovasi dalam meningkatkan produktivitas, mendorong efisiensi dan keberlanjutan operasional. Kami terus berupaya mengeksplorasi teknologi perintis untuk merevolusi pemeliharaan dan manajemen peralatan kami. Penerapan teknologi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan,” papar Indra Kanoena.
Komitmen ESG & Dekarbonisasi
Selain itu, BUMA telah mewujudkan beberapa upaya dekarbonisasi untuk mendukung Net Zero Emission pada tahun 2050. Delta Dunia dan seluruh anak usaha terus berkomitmen mengembangkan strategi ESG (environmental, social, and governance). “Langkah ini menegaskan dedikasi Delta Dunia Group terhadap pertumbuhan yang strategis dan beradaptasi dengan lanskap komoditas yang dinamis, menekankan komitmen kami terhadap keberhasilan jangka panjang dengan mengedepankan inisiatif keberlanjutan,” tegas Ronald.
Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk Dian Andyasuri mengatakan, upaya yang dilakukan BUMA Indonesia dalam dekarbonisasi meliputi operasi berbasis teknologi dan efisiensi untuk mengurangi jejak karbon. Seluruh site operasional BUMA di Indonesia telah menyelesaikan penilaian jejak karbon (Scope 1, Scope 2, Scope 3 directional).
“Dalam inisisasi Scope 3, BUMA Indonesia memperoleh pelumas dari pemasok dengan kredensial lingkungan tinggi, dan sekitar 22% pelumas minyak dan 90% minyak gemuk yang kami gunakan berasal dari produsen yang menjalankan program carbon offset (penyeimbangan karbon) yang meminimalisasi jejak karbon dalam rantai pasokan kami,” tutur Dian, Rabu (13/12/2023).
Selain itu, BUMA Indonesia juga berhasil memperpanjang umur komponen utama seperti mesin dan transmisi sebesar 185% pada tahun 2022. Langkah ini dinilai dapat menghindari emisi tambahan dalam rantai pasokan, sekaligus mengurangi pembelian komponen baru dengan tetap menjaga keselamatan operasi.
“Kami bangga dengan keunggulan teknologi kami, program kami production base monitoring, dengan IOT, AI, kami berhasil memperpanjang umur komponen dari alat operasi kami sebesar 185% di tahun 2022. Ini bukan hanya mengurangi limbah, namun juga mengurangi emisi bahkan dalam rantai pasokan kami,” kata Dian.
Sebagai catatan, Delta Dunia telah mencapai peningkatan signifikan dari 42,4 (severe risk) pada tahun 2022 menjadi 32,7 (high risk) pada Juli 2023 dalam Sustainalystic Global ESG Risk Rating. Diah juga memaparkan bahwa Delta Dunia telah menjadi peringkat 2 dalam sub-industri batu bara global dan berada dalam 15% peringkat terbaik dalam industri minyak dan gas global.
Hingga September 2023, overburden removal (volume pengupasan tanah) yang dilakukan oleh DOID Group adalah sebesar 462 Juta BCM atau meningkat 12% YoY dibandingkan dengan periode 2022 sebesar 411 Juta BCM.
Sebagai komitmen dalam mendukung kelestarian lingkungan dan upaya perbaikan lingkungan, secara berkala BUMA sebagai anak perusahaan Pereroan melakukan audit Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajamen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dilakukan oleh Badan Sertifikasi. Saat ini BUMA telah memperoleh sertifikasi sistem pengelolaan berstandar internasional.
Sertifikasi tersebut meliputi ISO 14001:2015, yakni Sistem Manajemen Lingkungan yang dikreditasi oleh Lembaga Sertifikasi SGS untuk area tambang Lati, Binungan, Adaro, Kideco dan Sungai Danau Jaya (SDJ). Juga OHSAS 18001:2007, Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dikreditasi oleh Lembaga Sertifikasi SGS untuk area tambang Lati, Binungan, Adaro, Kideco dan Sungai Danau Jaya (SDJ).
Komitmen terhadap ESG ini juga terefleksi dalam strategi diversifikasi bisnis perusahaan ke komoditas rendah karbon seperti batu bara metalurgi serta program perusahaan untuk mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi di area operasional BUMA.
Program-program tersebut di antaranya, “Wifepreneur” atau program kewirausahaan bagi para istri karyawan dan karyawan perempuan; program edukasi BUMA School untuk meningkatkan jumlah pekerja terampil bersertifikat yang siap terjun ke dunia kerja; dan program pelatihan “Jika Maka” bagi warga di sekitar lokasi tambang yang putus sekolah.
“Kami tidak akan berada di posisi saat ini tanpa dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelanggan, mitra, masyarakat, serta seluruh karyawan BUMA di Indonesia dan Australia. Terima kasih telah bertumbuh bersama BUMA dan mendukung kami selama 25 tahun terakhir. Kami akan terus menjalankan tujuan kami, menciptakan nilai optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tegas Indra. (Tim Investortrust)

