My Way Frank Sinatra, Megawati, dan Pilpres 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membuka rapat pengumuman calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dalam pertarungan Pilpres 2024. Dalam pembukaan itu, dia mengaku sempat diburu pewarta mengenai sosok yang mendampingi Ganjar Pranowo.
“Siapa sosok yang akan mendampingi Pak Ganjar, dari mana asalnya? apa latar belakangnya? laki-laki atau perempuan? apa profesinya? Untung tidak ada yang bertanya apa lagu kegemarannya?” ujar Hasto, Rabu (18/10/2023).
Baca Juga
Relawan Ganjar-Mahfud Kumpul di Tugu Proklamasi, Siap Antar Paslon ke KPU
“Karena semua akan menjawab "My Way" sebagai lagu kesukaannya,” kata Hasto.
Awalnya tak begitu jelas mengapa Hasto menggunakan "My Way" dari Frank Sinatra sebagai contoh. Namun, belakangan diketahui, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri tampaknya menggemari lagu ini. Saat perayaan ulang tahunnya ke-76 tahun, Megawati menyanyikan "My Way" untuk keluarganya.
Baca Juga
Golkar Tetap Kalem Tanggapi Mahfud MD Disandingkan dengan Ganjar
Lagu tersebut dipopulerkan Frank Sinatra pada 1969. Lagu bergaya swing ini digubah dari lagu Perancis ‘Comme d’habitude’ yang dikomposisi oleh Jacques Revaux dan lirik dibuat oleh Gilles Thibaut dan Claude Francois.
Paul Anka mengubah lirik lagu tersebut ke dalam bahasa Inggris.
Megawati bukan satu-satunya politisi yang menggunakan lagu tersebut untuk selebrasi. Pada Januari 2017, Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan, istrinya, Melania memilih lagu tersebut untuk menjadi tema dansa di Liberty Hall saat Inauguration Day.
“And now, the end is near.” Bait pertama di lagu tersebut mengalun.
Frank Sinatra dan politik
Frank Sinatra dikenal dekat politisi. Tapi, aktivitasnya di gerakan politik telah ditunjukkan saat dia sempat diundang Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan menjadi bagian dari pemilihan presiden 1944. Selain di masa Roosevelt, hubungan Sinatra juga lekat dengan Harry S. Truman dan Adlai Stevenson.
Yang paling menyita perhatian adalah kedekatannya dengan John F. Kennedy. Hubungan mereka konon dimulai saat Frank yang masih menjadi anggota Rat Pack mengenal John yang memulai karir sebagai anggota kongres dan mendapat kursi senat pada 1953.
Pada 1960, John membutuhkan dukungan dari Frank untuk mengambil suara dari serikat pekerja.
Meski begitu, keputusan politik Frank berubah ketika 1970an. Ketika itu, dia mendukung Ronald Reagen untuk maju kali kedua menjadi Gubernur California. Pada 1972, dia mendukung calon presiden dari Partai Republik Richard Nixon.
Ada yang menyebut, Frank berubah pandangan politik. Tapi, beberapa peneliti menyebut dukungan Frank bersifat independen.
Baca Juga
Mahfud MD: Sebelum Dicalonkan, Saya Tidak Pernah Kampanye dan Pasang Spanduk
Peneliti Gerald Meyer dalam Frank Sinatra: The Popular Front and an American Icon, punya pandangan lain. Dia menyebut perpindahan dukungan Frank digambarkan sebagai, “mengganti ‘The House I Live In” dengan lagu bertema lain, ‘I Did It My Way’.”
Meyer menulis bahwa pergeseran gagasan politik Sinatra dalam “The House I Live In” menggambarkan selebrasi atas keberagaman kultur Amerika. Sedangkan petikan lirik “I did it my way” dalam lagu My Way menggambarkan individualisme.
"My Way" , digambarkan media NPR, sebagai lagu yang tidak biasa dari Frank. Lagu itu bukan tentang cinta seorang gadis, pria muda, atau bahkan sebuah kota. “Ini lagu tentang aku, aku, aku.”
Lirik yang ditulis Paul Anka pada lagu ini seolah ingin menggambarkan generasi yang hidup saat Perang Dunia ke-II, yang direpresentasikan dengan pilihan hidup, membuat keputusan secara mandiri, dan menghadapi konsekuensinya.
Baca Juga
Ganjar Pranowo Optimistis Wujudkan Indonesia Unggul bersama Mahfud MD
Selintas gambaran lagu itu kembali mengingatkan kepada keputusan politik Megawati Soekarnoputri. Sebelum memilih Mahfud MD sebagai pendamping Ganjar untuk Pilpres 2024, Megawati melakukan kontemplasi. Dia ingin memunculkan pemimpin yang lahir dari gemblengan lahir batin, visioner, merakyat, dan mampu menyelesaikan persoalan bangsa.
“Cukup lama saya menganalisa dan berdialektika dalam alam pikir tentang apa toh yang sedang dihadapi oleh Indonesia tercinta kita, problematika yang dihadapi bangsa kita.”
Sebuah cara untuk menentukan nasib dengan caranya sendiri. Sebuah bait lirik yang mungkin terekam di bawah sadar Megawati saat menyanyikan My Way: “And not the words of someone who kneels/ Let the record shows I took all the blows and did it my way.” (CR-7)

