Trans Power Marine (TPMA) Ekspansi Besar-Besaran, Simak Dampak Positifnya
JAKARTA, investortrust.id – Ekspansi armada besar-besaran ditambah dengan tren peningkatan volume pengangkutan kargo batu bara dan nikel akan menjadikan PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) menikmati tren pertumbuhan kinerja keuangan. Begitu juga dengan prospek sahamnya cenderung melesat ke depan.
Korea Invesment And Sekuritas Indonesia Edward Tanuwijaya dan Filia A Gladwyn mengatakan, keputusan Tran Power (TPMA) melalui anak usahanya, PT Trans Logistik Perkasa (TLP), membeli sebanyak 38 set kapal tongkang (tug and barges) senilai US$ 73 juta menjadi faktor pendongkrak kinerja keuangan ke depan.
Ekspansi besar-besaran tersebut diharapkan mendongkrak kontribusi laba dari perusahaan asosiasi mulai November tahun ini. “Sedangkan dampak investasi tersebut diharapkan menaikkan kontribusi TLP terhadap laba operasional senilai US$ 4,5 juta per tahun untuk tahun 2024 dan 2025,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (16/11/2023).
Perseroan sebelumnya mengungkapkan bahwa seluruh armada baru tersebut akan digunakan untuk pengangkutan nikel di dalam negeri. Sedangkan TLP sendiri merupakan perusahaan patungan bentukan perseroan PT Pacifid Pelayaran Indonesia dan T&J Industrial Holding Ltd.
Selain faktor tersebut, Edward dan Filia mengatakan, TPMA mengindikasikan tren pertumbuhan volume angkut ke depan. Hal ini didasarkan keberhasilan perseroan mencatatkan volume pengangkutan sebanyak 1,1 juta ton pada Oktober 2023 atau menunjukkan kenaikan 27% dari rata-rata pengangkutan bulanan selama kuartal III-2023.
“Kami memperkirakan peningkatan volume angkut tersebut akan berlanjut pada November dan Desember tahun ini didukung menjelang akhir tahun yang biasanya terjadi lonjakan permintaan pengangkutan kargo,” terangnya.
Volume peningkatan kargo sejalan dengan kenaikan volume produksi batu bara setelah faktor cuaca yang baik. Hingga Oktober 2023, volume produksi batu bara Indonesia telah mencapai 644,4 juta ton atau naik 12% dari periode sama tahun lalu. Peningkatan tersebut tentu menjadi angin segar terhadap industri pengangkutan seperti TPMA.
Dengan lompatan volume pengangkutan tersebut, Korean Investment Sekuritas menyebutkan, TPMA diprediksi mencatatkan pendapatan di kuartal akhir tahun ini senilai US$ 20,2 juta atau menunjukkan kenaikan 30% dari realisasi kuartal III-2023. Sedangkan laba bersih diperkirakan mencapai US$ 5 juta atau naik 24% dari kuartal III.
Berbagai faktor tersebut mendorong Korean Investment Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TPMA dengan target harga Rp 950. Target harga tersebut merefleksikan nilai wajar TPMA mencapai US$ 158 juta. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang perseroan mencatatkan rekor tertinggi baru laba bersih tahun 2023 dan 2024.
Pandangan positif terhadap TPMA juga datang dari analis Sucor Sekuritas. Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan TPMA diprediksi moderat pada kuartal terakhir tahun ini. Pertumbuhan kinerja didukung oleh serah terima armada baru.
Sucor Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi US$ 18 juta tahun ini dan diharapkan naik menjadi US$ 19 juta pada 2024, dibandingkan raiahan tahun lalu US$ 14 juta.
Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat menjadi US$ 65 juta pada 2023 dan menjadi US$ 70 juta pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 63 juta.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TPMA dengan target harga Rp 815. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 4,2 kali.
“Kami melihat bahwa TPMA akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan di tengah peningkatan harga freight kapal. Perseroan juga didukung posisi kas yang besar,” tulis riset tersebut.
Pada perdagangan Kamis (16/11/2023), saham TPMA ditutup pada posisi Rp 675 atau melonjak 46,1% sejak awal tahun (ytd), dengan market cap sebesar Rp 1,79 triliun.
Trans Power (TPMA) membukukan kenaikan laba periode berjalan sebanyak 37% dari US$ 9,59 juta menjadi US$ 13,15 juta hingga September 2023. Lompatan tersebut menjadikan laba per saham dasar perseroan naik dari US$ 0,0036 menjadi US$ 0,0050.
Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan menjadi US$ 48,03 juta hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 45,62 juta. Sedangkan beban langsung turun dari US$ 31,21 juta menjadi US$ 30,70 juta.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan total aset perseroan dari US$ 107,38 juta menjadi US$ 113,44 juta. Liabilitas juga naik dari US$ 18,55 juta menjadi US$ 22,33 juta.
Didukung kenaikan laba tersebut, Trans Power Marine (TPMA) telah menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 78,99 miliar. Angka tersebut setara dengan Rp 30 per saham.
Corporate Secretary Tran Power Rudy Sutiono mengatakan, sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 2 November 2023 ditetapkan pembagian dividen interim. “Total nilai dividen yang disetui Rp 78,99 miliar atau setara dengan Rp 30 per saham,” kata dia.
Dividen tersebut rencananya dibagikan pada 5 Desember 2023. Pembagian tersebut didasarkan laba bersih yang dapat diatribusikan perseroan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 13,15 juta hingga September 2023, saldo laba ditahan senilai US$ 57,85 juta, dan ekuitas mencapai US$ 91,11 juta.
Prospek saham TPMA
Korea Invesment And Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : Buy
Target harga : Rp 950
Sucor Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 815
TPMA mengelar penawaran umum perdana saham (IPO) pada 11 Februari 2013, dengan harga penawaran Rp 230 dan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Februari 2013. Saat ini, pemegang saham TPMA adalah PT Dwitunggal Perkasa Mandiri (induk usaha) sebesar 57,74%, publik 23,15%, PT Patin Resources (12,00%), dan Standard Chartered Bank SG PVB sebesar 6,79%.
TPMA yang memulai operasional pada Maret 2005 tersebut bergerak di usaha pengangkutan dan pergudangan, angkutan laut dalam negeri dan luar negeri untuk barang umum dan barang khusus, khususnya batu bara, perdagangan besar dan eceran alat transportasi, suku cadang dan perlengkapannya, dan konsultasi transportasi. Saat ini, Trans Power Marine Tbk memiliki 38 kapal tunda, 33 tongkang dan 3 crane barge. (Hari Gunarto)

