Aksi Patrick Walujo di GOTO Mencegah Demoralisasi
JAKARTA, investor.id -- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah menginisiasi berbagai strategi dan inovasi untuk memperkokoh kinerja fundamental perusahaan. Berbagai biaya bisa dipangkas, nilai transaksi bruto (GTV) terus meningkat, dan EBITDA diprediksi positif pada kuartal IV.
Berbagai perbaikan terbukti mampu menyeimbangkan pertumbuhan dan profitabilitas. Kinerja keuangan juga terlihat lebih sehat dan berkelanjutan. Berbagai fakta tersebut akan membuat nilai saham GOTO dalam jangka panjang bakal merefleksikan kinerja perusahaan, sehingga akan diapresiasi investor.
Demikian benang merah pernyataan manajemen GOTO dalam Media Gathering di Jakarta, Senin (7/11/2023).
Direktur Utama GOTO Patrick Sugito Walujo menyatakan, manajemen memfokuskan perbaikan kinerja fundamental dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Dengan demikian harga saham GOTO akan terapresiasi ke depan.
Dia menjelaskan bahwa pergerakan harga saham dipengaruhi banyak hal di luar kemampuan manajemen, apakah itu terkait suku bunga, nilai tukar, dan sentimen pasar terhadap perusahaan teknologi. Karena itu, Patrick mohon maaf kepada para pemegang saham publik.
“Penurunan harga saham GOTO sajalan dengan koreksi harga saham perusahaan teknologi sejenis di kawasan dalam beberapa tahun ini. Tapi itu bukan alasan bagi kami, itu menjadi motivasi bagi perseroan untuk fokus terhadap penguatan kinerja,” kata Patrick dalam Media Gathering di Jakarta, Senin (7/11/2023).
Menyikapi harga saham yang terus menurun beberapa hari lalu, Patrick Walujo melakukan aksi dengan memborong saham GOTO. “Saya membeli saham GOTO untuk memberikan confidence terhadap masa depan GOTO. Kalau saya tidak melakukan apa-apa akan terjadi demoralisasi,” tegasnya.
Atas dasar itu, perseroan akan terus berinovasi, memberikan produk dan layanan terbaik bagi konsumen, dan semakin efisien. Dengan demikian, nilai saham GOTO dalam jangka panjang akan merefleksikan kinerja perusahaan. Dia meyakini bahwa dengan perbaikan kinerja, investor akan mengapresiasi.
Sejumlah inisiasi yang sudah diterapkan, kata Patrick, telah berhasil membawa GOTO ke arah profitabilitas yang lebih baik. Di antaranya, pemotongan biaya drastis yang hasilnya terlihat dari penurunan kerugian dari kuartal ke kuartal.
“Saya punya confidence sangat besar bahwa bisnis ODS dan e-commcerce perseroan akan profitable pada kuartal IV. Cuma berapa profitnya ini yang masih dihitung,” terangnya.
Sehat dan Berkelanjutan
Menyangkut laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) optimistis bahwa EBITDA disesuaikan sudah positif pada kuartal IV-2023. Hal ini terlihat dari peningkatan data kinerja operasional dan keuangan perseroan hingga kini.
GOTO berhasil mencatatkan kenaikan nilai transaksi bruto (GTV) sebesar 5% menjadi Rp 151 triliun pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal II-2023. Perseroan juga mampu mencetak kenaikan pendapatan bruto sebesar 1% menjadi Rp 6 triliun pada kuartal III.
Rugi EBITDA disesuaikan perseroan juga turun sebesar 75% menjadi Rp 0,9 triliun. Begitu juga dengan rugi bersih periode berjalan turun dalam sebanyak 64% menjadi Rp 2,4 triliun.
Sementara itu, Investor Relations GoTo Reggy Susanto mengatakan, kinerja keuangan GOTO bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan hingga kuartal III-2023. Perseroan juga berhasil menyeimbangkan pertumbuhan dan profitabilitas. Hal ini dapat dilihat dalam laporan keuangan dari kuartal ke kuartal.
“Kalau dilihat setiap kuartal, tujuan-tujuan yang kami tetapkan sudah tercapai, terutama pada bagian GTV terjadi peningkatan sebesar 5% kuartal ke kuartal. Hal ini penting, karena kuartal I dan II terjadi penurunan GTV. Namun kuartal III berhasil membalikkan memontum,” terangnya.
Perbaikan tersebut, terang Reggy, menggambarkan bahwa seluruh strategi yang telah diterapkan perseroan sudah membuahkan hasil dan diharapkan perbaikan akan terus terjaga.
Selain itu, kata Reggy, perseroan sedang menerapkan tiga strategi mulai kuartal III tahun ini guna mencapai tingkat pertumbuhan dan profitabilitas. Di antaranya, pertama, perseroan fokus pada perluasan dan peningkatan jangkauan unit bisnis dengan mengeluarkan berbagai macam produk dan inovasi.
Kedua, lanjut Reggy, GOTO akan meningkatkan monetisasi dengan berbagai inisiatif, seperti bidang iklan. Ketiga, perseroan akan memperkuat sinergi dalam ekosistem. Sinergi akan menjadi keunggulan perseroan, dibandingkan perusahaan teknologi lainnya.
Perbaikan kinerja, terang Reggy, mulai berdampak positif terhadap pergerakan harga saham GOTO dalam beberapa pekan terakhir. “Pergerakan harga saham GOTO sebelum rilis keuangan kuartal III sempat turun, tapi setelah rilis terjadi harga saham GOTO menguat sampai 36%. Hal ini menggambarkan respons positif pasar terhadap kinerja keuangan perseroan sampai kuartal III. Kami berharap momentum ini tetap terjaga,” terangnya.
Fitur Baru Tokopedia
Di lain sisi, Tokopedia, perusahaan marketplace dalam ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), merilis sejumlah fitur baru untuk sebagai startegi monetisasi dan mendorong transaksi pelanggannya, salah satunya fitur ‘’Plus by GoTo.’’
Melalui fitur ini, pelanggan akan mendapat layanan ‘’paket plus’’ ongkos kirim gratis tanpa kuota, dan tanpa minimum pembelian, serta bebas biaya lainnya, termasuk bebas platform fee Rp 1.000 yang dipatok Tokopedia untuk sekali transaksi.
President of E-Commerce Tokopedia, Melissa Siska Juminto mengatakan, layanan ini bisa diperoleh hanya dengan membayar biaya subscription mulai dari Rp 15.000 per bulan. Bukan hanya pada platform Tokopedia, pelanggan Plus by GoTo juga bisa mendapat layanan murah pada ekosistem GoTo lainnya, salah satunya diskon pengiriman GoFood.
“Jadi hanya dengan berlangganan mulai Rp 15 ribu per bulan, user bisa mendapatnya layanan transaksi gratis di Tokopedia, sedangkan untuk layanan GoFood akan mendapat diskon delivery, bahkan bisa gratis sesuai jarak user dengan restoran,” kata Melissa.
Fitur baru lain yang juga disambut positif oleh pelanggan menurut Melissa adalah ‘’Buying Guide’’ untuk pembelian televisi di Tokopedia.
Fitur ini akan memberikan gambaran bagi pelanggan dalam membeli TV sesuai ukuran yang tepat, dengan memperhitungkan luas ruang tamu bahkan jarak sofa ke lokasi TV yang akan dipasang.
Tidak hanya itu, Melissa menyebut Tokopedia menyediakan layanan pengiriman TV yang aman dan murah secara same day melalui GoTo Logistic (GJL). Sehingga pelanggan bisa langsung mencoba dan menggunakan TV yang mereka beli pada hari yang sama.
‘’Layanan ini merupakan solusi bagi pelanggan yang tidak ingin ribet urusan pengepakan TV yang biasanya harus menggunakan packing kayu dan lainnya agak aman. Dengan GJL milik GoTo sendiri, kami pastikan barang akan aman sampai tujuan karena kami kontrol dengan ketat,’’ sambungnya.
Melissa bilang, layanan ini akan dikembangkan pada produk-produk elektronik lainnya, juga gadget maupun produk home appliances. ‘’Harapan kami nanti TV lama juga bisa diambil, jadi pelanggan tidak lagi ‘pusing’ TV lama mereka akan diapakan. Intinya kami berupaya memberikan nilai tambah pelanggan yang belanja di Tokopedia,’’ kata Melissa.
Tidak kalah menarik Tokopedia juga merilis fitur ‘’Multiple Product”. Keutamaan fitur ini adalah mempermudah pelanggan mendapatkan berbagai barang dalam satu toko yang sama. ‘’Misalnya untuk membeli perlengkapan futsal, pelanggan bisa mendapatkan sepatu, jersey, bola, kaos kaki dan lainnya dalam satu toko,’’ kata Melissa.
Sementara fitur ‘’Buy More Save More’’ yang lazim dijumpai pada toko offline merupakan fitur yang bisa memberikan kesempatan para merchant meningkatkan volume penjualannya, sedangkan user akan mendapatkan harga dan diskon produk yang baik.
5,5 Juta User
Sementara itu, aplikasi GoPay dari GoTo Financial, unit bisnis financial technology (fintech) GoTo, mencatat pertumbuhan jumlah pengguna yang signifikan sejak diluncurkan pada 26 Juli 2023 lalu.
Direktur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sekaligus Presiden Financial Technology GoTo, Hans Patuwo, mengatakan, keputusan bisnis dengan memisahkan layanan GoPay dalam suatu aplikasi sendiri, di luar aplikasi Gojek, terbukti mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Terbukti baru beberapa bulan dirilis, aplikasi GoPay telah diunduh oleh 5,5 juta user.
Menariknya, kata Hans, sekitar 50% dari pengguna GoPay merupakan new user, yang sebelumnya belum tercatat sebagia pengguna ekosistem GoTo, baik Gojek maupun Tokopedia.
“Strategi pengembangan GoPay dalam aplikasi yang berdiri sendiri terbukti meningkatkan penetrasi sekaligus pertumbuhan pengguna ekosistem GoTo,’’ papar Hans.
Mencermati perkembangan tersebut, Hans optimistis jumlah pengguna apliasi GoPay akan terus meningkat seiring penambahan layanan yang diberikan, termasuk setelah GoTo menjalin kerja sama dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO), yaitu GoPay Tabungan Bank Jago yang dirilis beberapa pekan yang lalu.
Melalui produk tersebut, user GoPay akan mendapatkan bunga tabungan dari saldo yang mereka miliki di aplikasi GoPay. Selain itu, user tentu saja tetap bisa melakukan transaksi di ekosistem GoTo baik layanan Gojek maupun Tokopedia.
‘’Kami mencatat seperempat dari 5,5 juta user GoPay tidak cuma menggunakan aplikasi ini sebagai alat pembayaran tapi juga mereka melakukan transaksi untuk layanan Gojek maupun Tokopedia,’’ paparnya.
Selain layanan produk GoPay Tabungan Bank Jago, aplikasi GoPay juga mencatat pertumbuhan impresif pada layanan pinjaman dana. “Kita punya loan book atau jumlah peminjam meningkat tiga kali secara year on year, sedangkan secara kuartalan (q-to-q) meningkat 44%,” papar Hans.
Kendati cukup agresif menggelontorkan pinjaman, GoTo Finansial mengaku tetap menjaga non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah dalam kondisi aman dan terjaga. “NPL kita under control, sebab approval rate-nya kita jaga, di mana kita hanya memberikan pinjaman untuk user yang tepat,” paparnya.
Semua pencapaian tadi, kata Hans, menggambarkan suatu revolusi atau movement yang dilakukan oleh GoTo. Dari sebelumnya layanan GoPay hanya murni sebagai alat pembayaran di dalam aplikasi Gojek dan Tokopedia, menjadi aplikasi yang berdiri sendiri dan memberikan layanan finansial lengkap dan pertama di Indonesia.
Prospek Harga Saham
Dengan serangkaian strategi yang dijalankan, sejumlah analis memberikan pandangan bahwa prospek harga saham GOTO ke depan bakal membaik. CLSA Sekuritas menyebutkan, seluruh sentimen negatif terkait saham GOTO sudah terefleksi ke harga, yang terlihat pada penurunan harga saham perseroan dalam beberapa pekan terakhir.
CLSA merekomendasikan beli saahm GOTO dengan target harga Rp 165. Dengan harga penutupan Rp 76 pada Rabu (8/11/2023), maka terbuka potensi penguatan harga saham GOTO sebesar 117%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis berpendapat, seluruh strategi yang sudah diterapkan manajemen berhasil membawa GOTO ke level yang lebih menjanjikan. Efektivitas strategi terlihat pada keberhasilan peningkatan volume transaksi pada kuartal III-2023 melalui peningkatan jumlah pengguna dan frekuensi transaksi dengan biaya operasional yang lebih efisien.
Perseroan sebelumnya telah menerapkan berbagai strategi untuk mendorong pertumuhan GTV bersamaan dengan upaya meningkatkan profitabilitas, seperti GoTo Passport, Go Ride Transit, GoCar Hemat, GoFood Mode Hemat, GoRide Nego, GoPay later di Tokopedia, Aplikasi Gopay, Gopay Tabungan by Jago, dan Pinjaman Tunai di Tokopedia dan Gojek.
“Sejumlah inisiatif tersebut terbukti berhasil memulihkan GTV GOTO menjadi Rp 151 triliun pada kuartal III atau naik sebesar 5,2% dari pencapaian kuartal II. Tak hanya itu terjadi kenaikan margin kontribusi,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Berdasarkan data, dia mengatakan, inisiasi program GOTO Hemat juga berdampak siginfikan terhadap produtivitas driver Gojek. Bahkan, Gocar Hemat berhasil mencapai tingkat keuntungan. Perseroan kemudian meluncurkan Goride Transit Goride Nego yang juga diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru GTV sampai akhir tahun.
Sedangkan peluncuran aplikasi Gopay, ungkap Niko, membawa dampak positif dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 5 juta akun. Frekuensi dan volume transaksi juga menunjukkan pertumbuhan mengesankan.
Tak hanya itu, Niko mengatakan, perseroan juga berhasil memangkas belanja operasional (opex) signifikan sampai kuartal III-2023. Pencapaiannya telah sesuai dengan harapan, sehingga penurunan opex lebih lanjut diprediksi kian terbatas.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 98. Target harga tersebut telah mememasukkan seluruh sentimen negatif terhadap saham GOTO dan memperhitungkan seluruh strategi yang diterapkan dapat membawa GOTO menuju profitabilitas.
Sebelumnya, analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipa mengatakan, keberhasilan GOTO memperbaiki kinerja keuangan bersamaan dengan peningkatan GTV pada kuartal III-2023 mendapatkan apresiasi positif.
“Penurunan rugi EBITDA disesuaikan GOTO menjadi Rp 942 miliar pada kuartal III, dibandingkan kuartal II senilai Rp 1,2 triliun, telah sesuai dengan estimasi. Perbaikan tersebut didukung kesuksesan perseroan mendongkrak GTV,” tulis Ryan Winipa dalam riset yang diterbitkan Selasa (31/10/2023).
Ryan menjelaskan, GOTO akan menghadapi dilema antara memaksakan target EBITDA positif pada akhir 2023 atau memundurkan target demi mempertahankan market share. Perubahan lanskap di industri, terutama kompetisi ketat di bisnis e-commerce, sangat mungkin menggeser strategi GOTO untuk lebih ekspansif.
Indo Premier menilai bahwa penurunan harga saham GOTO sudah mencapai titik terendahnya. Apalagi seluruh sentiment negatif atas saham ini sudah priced-in. Hal ini mendorong Indo Premier mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 125. Saat ini, saham GOTO ditransaksikan pada EV/sales tahun 2024 sekitar 2,6 kali atau berada di bawah pesaingnya Grab.
Rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga besar juga datang dari analis Mandiri Sekuritas Adrian Joezer dan Jennifer Audrey Harjono. Mereka menyebutkan bahwa performa kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2023 telah sesuai dengan estimasi.
Bahkan, perbaikan EBITDA disesuaikan lebih tinggi dari perkiraan semula. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 130 per saham. (Parluhutan Situmorang/Mashud Toarik)

