Langkah Zig Zag Cak Imin Menggapai Kursi RI-2
JAKARTA, investortrust.id -- Muhaimin Iskandar alias Cak Imin akhirnya melenggang menjadi cawapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) berpasangan dengan capres Anies Baswedan.
Setelah ditetapkan secara resmi oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), keponakan Gus Dur ini siap berkontestasi dengan dua pasangan koalisi lainnya, yaitu pasangan Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran.
Perjalanan Cak Imin menuju panggung Pemilu 2024 bisa dibilang cukup berliku. Mulai dari berkoalisi dengan Partai Gerindra, diberi harapan oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), hingga kemudian berlabuh ke koalisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Banyak orang tak menduga, Cak Imin yang menjabat sebagai Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) sejak tahun 2005 bakal bergabung dengan Koalisi Perubahan. Pasalnya, PKB ternasuk barisan partai pendukung pemerintahan Indonesia Maju. Kiblatnya pun searah dengan kebijakan pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Berbeda dengan Koalisi Perubahan yang mengambil posisi sebagai oposisi.
Tapi, itulah politik. Segala kemungkinan bisa terjadi.Apalagi politik di Indonesia, yang terkadang memiliki pakem sangat berbeda dibandingkan dengan negara lain. .
Bergabungnya Cak Imin ke Koalisi Perubahan juga tidak mulus. Karena, sebelumnya, santer terdengar, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang-gadang berpasangan dengan Anies Baswedan.
Lobi-lobi tiga partai (NasDem, Demokrat, PKS) sudah berlangsung cukup lama dan alot.Namun, semuanya buyar gara-gara PKB tiba-tiba datang. Dan, dengan gerakan “sat set sat set”, Cak Imin maju mendampingi Anies.
Kontan saja, Partai Demokrat menjadi berang karena merasa Cak Imin menelikung dari belakang. Partai Demokrat juga sangat menyesalkann sikap Anies dan Nasdem yang dinilai ingkar janji dan hanya PHP (pemberi harapan palsu).
Partai Demokrat pun langsung mencabut dukungannya atas Anies. "Partai Demokrat mencabut dukungan kepada Saudara Anies Baswedan sebagai capres dalam Pilpres 2024," begitu kata Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Andi Mallarangeng di Cikeas, Bogor.
Soal perjalanannya, dari lobi-lobi partai sampai menjadi cawapres, Cak Imin pernah bercerita di hadapan para kiayi dan santri.
Awal mula kerja sama Gerindra dengan PKB, menurut pria kelahiran Jombang tahun 1955 itu, terjadi karena mereka sama-sama saling membutuhkan terkait dengan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold. Dalam perhitungan suara legislatif 2019, Gerindra berada di posisi 2 (12,51%), sedangkan PKB di posisi 4 (9,72%). Gabungan dua partai bisa memenuhi persyaratan president threshold.
“Saat itu, Pak Prabowo butuh calon wakil presiden, kami butuh calon presiden, saling melengkapi. Tapi ternyata setelah ada banyak partai yang bergabung, kemudian terlihat ada perubahan,” ujar mantan Menteri Tenaga Kerja tahun 2009=2014 itu.
Tak lama setelah itu, kata Cak Imin, Ketum Partai NasDem Surya Paloh memberikan undangan pertemuan makan malam. Dia menggambarkan pertemuan itu bak proses perjodohan yang saling melempar tanya dan melihat peluang yang ada.
"Usut punya usut, diskusi punya diskusi, kesimpulannya sepakat NasDem dan PKB berkoalisi dan akhirnya deklarasi,” ungkapnya.
Cak Imin yang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR menilai wajar dinamika politik yang terjadi saat ini. Dia meyakini apa yang terjadi memang sudah takdirnya.
PKB hengkang dari koalisi pendukung Prabowo, lalu memilih berkoalisi dengan NasDem dan mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar( di Pilpres 2024. Deklarasi Anies-Cak Imin digelar di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu, 2 September 2023.
Sementara, koalisi pendukung Prabowo juga sudah berganti nama menjadi Koalisi Indonesia Maju. Meski batal berkoalisi, Prabowo dan Muhaimin terlihat santai dan jauh dari kesan ‘baper’. Hal ini terlihat dari keakraban mereka saat pengundian nomor urut di KPU. Prabowo bahkan sempat melepar pantun. “Satu dua cempaka biru, tiga empat dalam jabangan. Kalau mendapat kawan baru, kawan lama dilupa jangan.” Pantun itu disambut riuh para hadirin.
Apapun perjalanan dan drama yang dilalui, yang jelas Anies-Muhaimin atau Amin sudah siap berlaga di Pemilu 2024. Bila menang, Cak Imin yang pernah disebut Gus Dur sebagai “anak nakal”ini akan berkantor di Istana Wapres Jl Medan Merdeka Selatan.

