Transformasi Bisnis Telkom dan Ambisi Menjadi Nomor 1 di ASEAN
JAKARTA, investortrust.id – Sebagai operator telekomunikasi terbesar di Tanah Air, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus berevolusi dan mengakselerasi transformasi bisnis. Dengan performa yang solid di setiap lini bisnisnya, BUMN telekomunikasi ini berambisi menjadi perusahaan telekomunikasi nomor satu di Asia Tenggara.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Ririek Adriansyah menegaskan, evolusi dan transformasi bisnis yang ditempuh Telkom bukan semata dilakukan untuk memberikan nilai tambah kepada Telkom Group, melainkan demi berbuat lebih banyak lagi untuk bangsa dan negara.
Telkom tengah gencar menjalankan transformasi Five Bold Moves, salah satunya lewat inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC) melalui integrasi IndiHome ke Telkomsel mulai Juli 2023.
Transformasi bisnis ditempuh untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis digital yang agresif. Menurut Ririek, potensi ekonomi digital Indonesia sungguh besar, sekitar Rp 4.531 triliun pada akhir 2030. Itu angka yang luar biasa besar, setara 40% ekonomi digital ASEAN. Potensi itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan nasional.
“Telkom akan turut mendorong pemanfaatan ekonomi digital sebesar-besarnya bagi kepentingan bangsa dan negara,” kata Ririek dalam buka bersama dengan Pemimpin Redaksi media di Jakarta, Jumat (15/3/2024).
Berdasarkan catatan investortrust.id, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 mencapai Rp 632 triliun. Angka itu melonjak 95% menjadi Rp 1.232 triliun pada 2023. Pemerintah menargetkan ekonomi digital Indonesia melesat menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030, atau tumbuh 268%.
Nilai ekonomi digital yang luar biasa besar itu, kata Ririek Adriansyah, tidak akan bisa dinikmati rakyat Indonesia jika para pemangku kepentingan (stakehoders) bangsa ini tidak membuat perubahan alias bertransformasi. Bukan mustahil jika kita lengah, bisnis ini justru dinikmati pemain-pemain luar negeri.
Ririek mencontohkan, pada era digital sekarang, kegiatan bisnis tak lagi mengenal ruang dan waktu. Alhasil, banyak kegiatan perdagangan yang tak lagi dilakukan melalui prosedur kepabeanan dan perpajakan. Di era medsos sekarang, negara-negara lain banyak mengekspor produk ke Indonesia tanpa lewat Bea dan Cukai, sehingga negara tidak mendapatkan apa-apa.
Ririek Adriansyah berharap Telkom punya andil besar dalam mendorong pemanfaatan ekonomi digital bagi kepentingan nasional, terutama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan mengurangi angka kemiskinan.
Data Center
Bisnis data center di Indonesia diyakini bakal tumbuh signifikan, didorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penetrasi internet. Telkom pun berpandangan bahwa data center di Indonesia merupakan bisnis yang menjanjikan. Itulah sebabnya, TelkomGroup harus membangun keunggulan agar berdaya saing dibanding pemain data center lainnya.
Manajemen memastikan, TelkomGroup punya keunggulan yang membedakan mereka dari kompetitor. Pertama, membangun proposisi nilai sebagai digital ecosystem hub. Kedua, ekosistem data center Telkom memiliki latency yang rendah dan seamless. Terakhir, Telkom berkomitmen membangun data center yang berkelanjutan.
Atas dasar itu, pusat data (data center) digadang-gadang akan menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan kinerja Telkom. Maka, perseroan pun kian gencar menggarap bisnis ini demi mengikuti keterbaruan zaman dan kebutuhan pengguna layanan telekomunikasi.
Direktur Group Business Development, Honesti Basyir menekankan, Telkom berambisi menjadi pemain di bisnis data center internasional dan pemimpin secara regional. Ini merupakan aspirasi perusahaan yang harus diwujudkan.
Manajemen mengakui bahwa keunggulan bisnis Telkom tidak bisa hanya bersumber dari Telkomsel saja, melainkan juga anak-anak perusahaan yang dibangun lewat performanya masing-masing. Entitas-entitas anak itu yang nantinya diharap menjadi engine group dan membawa Telkom pada valuasi yang sesuai dengan kuatnya fundamental bisnis masing-masing.
Dalam konteks itu, Telkom menyasar tiga segmen bisnis data center, yakni hyperscale, enterprise, dan hyper-centre.
Model bisnis data center hyperscale saat ini harus melalui kemitraan. Hampir semua pembangunan data center tidak pernah dilakukan sendiri oleh satu perusahaan tunggal. Sebab, banyak kompetensi yang tidak dimiliki oleh satu perusahaan saja. Sebagai contoh, Telkom belum memiliki kompetensi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Telkom tengah membangun fasilitas data center di dua lokasi berkapasitas hyperscale, yakni di Cikarang dan Batam. Kapasitas kelolaan hyperscale data center (HDC) oleh PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) berada di Kampus 1 HDC Cikarang sebesar 25 MegaWatt (MW), di Sentul berkapasitas 8,21 MW, Serpong 5,3 MW, dan Surabaya 2,52 MW. Sedangkan HDC Batam berkapasitas 51 MW menggandeng perusahaan telekomunikasi Singapura, Singtel.
Di samping itu, Telkom baru menyelesaikan pengalihan bisnis data center miliknya di Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd (TelinSG) kepada NeutraDC Singapore Pte Ltd (NDSG) senilai US$ 219 juta, dalam rangka konsolidasi bisnis data center, pada 29 Februari 2024.
Konsolidasi dilakukan dengan menjadikan seluruh bisnis data center perseroan di bawah satu entitas PT Telkom Data Ekonsistem (TDE). Sedangkan NDSG merupakan perusahaan yang 100% sahamnya dikuasai TDE.
Sedangkan untuk ekspansi regional, Telkom membidik potensi Indonesia yang akan mengambil porsi 40% dari ekonomi digital ASEAN pada 2025. Telkom sudah menjajaki beberapa kerja sama dengan beberapa raksasa teknologi.
Baca Juga
Fokus Kembangkan Data Center dan Fiber Optic, Manajemen Telkom (TLKM) Ungkap Tujuan Besar Ini
Cerahnya prospek data center diungkap CEO NeutraDC, Andreuw Th AF yang menyebut pertumbuhan compound annual growth rate (CAGR) bisnis data center 18%.
Menurut Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Bogi Witjaksono, tujuan pembangunan data center adalah mendukung kemandirian digital. Jika lokasi data center makin dekat dengan pelanggan, ongkos transfer data akan semakin ekonomis. Artinya, pengguna data center tidak perlu mengeluarkan biaya besar hanya untuk mengambil data yang tersimpan di luar negeri. “Ini bisa menghemat cadangan devisa,” ujar Bogi Witjaksono.
Seiring kehadiran data center yang makin dekat, konsumen data internet di Indonesia berkesempatan menikmati layanan tarif internet yang kompetitif. Sebagai ilustrasi, untuk melayani pengguna aplikasi Shopee atau TikTok live streaming, dibutuhkan daya besar untuk mengalirkan data.
Salah satu strategi Telkom dalam mempercepat pembangunan data center adalah dengan memodernisasi STO-STO (Sentral Telepon Otomat) yang strategis untuk diubah menjadi neuCentriX. “Strategi ini ditempuh untuk menjadi market leader di Indonesia,” ucap Bogi.
VP Investor Relations TLKM Anetta Hasan menambahkan, saat ini kebutuhan para pelaku bisnis akan data center terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan 32 fasilitas data center di 25 kota yang dimiliki, Telkom melihat potensi bisnis ini sangat besar, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain data center terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Ke depannya, kata Anetta, selain fokus pada ekspansi dan pembangunan data center, Telkom juga terbuka terhadap kerja sama strategis dengan mitra global untuk meningkatkan value sebagai pusat ekosistem digital.
Kebutuhan data center kini juga kian masif seiring dengan komitmen energi hijau yang meluas. Merespons peluang itu, Telkom menargetkan pembangunan kekuatan hingga 400 MW hingga 2030. Saat itu, total kapasitas data center di Indonesia sekitar 1,5 giga Watt. “Untuk itu Telkom akan terus ekspansi di beberapa kota di Indonesia, bahkan ke luar negeri,” ujar Anetta.
Baca Juga
Jangan Salah, Ini Tujuan Evolusi dan Transformasi Telkom (TLKM)
Bisnis Satelit
Sementara itu, Telkom bersama anak usahanya, Telkomsat, telah sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 pada Rabu (21/2/2024) dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Satelit bisa mulai beroperasi pada Senin (1/4/2024). Satelit berada di orbit Geostationary 36.000 km dari bumi, di 113 derajat Bujur Timur.
Bogi Witjaksono menyatakan, dengan adanya satelit Merah Putih 2 seharga Rp 3,5 triliun ini, para pengguna satelit asing mulai banyak berpindah, utamanya dari sektor perbankan. Dia menyebut salah satu bank terbesar swasta di Indonesia juga sudah menjalin kontrak penggunaan satelit tersebut.
Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rau menyatakan, pembangunan Satelit Merah Putih 2 membutuhkan waktu lebih dua tahun. Satelit memiliki kapasitas besar dan harga jual yang bersaing.
Satelit Merah Putih 2 merupakan satelit ke-11 sekaligus satelit pertama TelkomGroup yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX.
Kinerja Keuangan dan Saham
Tumbuhnya seluruh lini bisnis membuat perfoma keuangan Telkom sangat solid sepanjang 2023. Ririek menginformasikan pertumbuhan laba bersih Telkom tahun 2023 berada di kisaran 18% (yoy). Saat ini laporan keuangan konsolidasi Telkom tahun buku 2023 sedang dalam proses audit, dan baru akan dipublikasikan pada tanggal 22 Maret 2024.
Ririek menyebutkan, tren pertumbuhan kinerja keuangan kuartal IV-2023 dan kuartal I-2024 tetap terjaga.
Semua lini bisnis Telkom memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan sepanjang 2023, seperti bisnis enterprise, consumer (home broadband), Indihome yang terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pelanggan.
Begitu pula dengan layanan mobile, khususnya bisnis data Telkomsel diyakini tumbuh di atas industri, sekitar 7%-9%. Adapun bisnis legacy yakni voice dan sms dalam tren menurun seiring perkembangan teknologi, meskipun keduanya menyumbang 145 pendapatan Telkomsel.
Baca Juga
Saham Telkom (TLKM) Bangkit, Sentuh Harga Tertinggi Ytd Rp 4.080
Penggabungan Indihome ke dalam Telkomsel sejak Juli 2023 lalu berdampak positif. Buktinya, revenue Indihome mampu tumbuh 4,3% dengan EBITDA margin di atas 50% seperti halnya Telkomsel. Ririek berharap penggabungan Indihome ke Telkomsel berharap memberikan pertumbuhan yang lebih besar lagi dan dapat memberikan sinergi positif dari sisi investasi.
Dari sisi pelanggan, sejak dipegang Telkomsel, jumlah pelanggan baru Indihome meningkat lebih tinggi dibanding saat dipegang Telkom. Waktu terakhir di bawah Telkom, penambahan pelanggan baru sebanyak 150 ribu per kuartal, sejak bersama Telkomesl meningkat di atas 200 ribu per kuartal.
Kemudian, anak usahanya, Mitratel dengan bisnis towernya tumbuh sangat sehat. Bahkan memposisikan diri sebagai perusahaan tower terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah tower 37.000 unit.
Tenansi rasio Mitratel 1,5 kali, sementara pesaing bisa 1,7-1,8 kali. Namun secara margin Mitratel lebih tinggi, sekitar 81% di EBITDA margin dan pendapatan bersih sangat sehat. Hingga kuartal III-2023, Mitratel mencatat pendapatan Rp 6,27 triliun, tumbuh 11,9% yoy. Sepanjang 2023, pendapatan Mitratel diperkirakan tetap tumbuh 11%.
Dari sisi kinerja saham, pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/3/2024), saham TLKM ditutup di level Rp 3.970, menguat 10 poin (0,30%). Saham TLKM kini memiliki price to earning ratio (PER) 20,18 kali, dengan return on asset (ROA) 7,06% dan return on equity (ROE) 13,04%.
Baca Juga
Telkom Jadi BUMN Terbaik Penanganan Krisis dan Pengelolaan Media di BCOMSS 2024
Sebelumnya, berdasar laporan keuangan kuartal III-2023, Telkom mencetak laba bersih Rp 19,5 triliun, naik 17,6% secara tahunan (year on year/yoy).
Telkom membukukan pendapatan konsolidasi Rp 111,2 triliun, tumbuh 2,2% (yoy). Pendapatan Telkom ditopang bisnis data, internet & IT services, dan IndiHome dengan pertumbuhan masing-masing 4,8% dan 4,3%.
Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan mencapai Rp 59,1 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 53,1%, meningkat dibanding 52,2% pada semester I-2023.
Telkom hingga kuartal III tahun silam berhasil menekan biaya pemasaran sebesar 6,9% (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun berkat strategi dan target promosi yang efektif.
Jelas bahwa evolusi dan transformasi bisnis yang ditempuh Telkom berada di kalur yang tepat karena terbukti membuahkan hasil positif. Hal ini akan menjadi fondasi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis ke depan yang lebih solid. Lewat berbagai strategi yang ditempuh, Telkom diyakini mampu mewujudkan ambisi-ambisinya, termasuk menjadi nomor satu di regional, serta memberikan nilai tambah optimal bagi bangsa dan negara. (Tim Investortrust).

