Era Hiper Inflasi Berakhir, Pasar Saham akan Jadi Motor Pertumbuhan Industri Reksa Dana
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Direktur PT Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul Wawointana, optimistis industri reksa dana akan tumbuh pesat setelah berakhirnya era hiper inflasi. Pertumbuhan reksa dana bahkan sudah diawali dari kelas aset dengan acuan pasar obligasi, disusul kelas aset lainnya, terutama saham.
Hal itu ditegaskan Jemmy Paul ketika hadir sebagai salah satu pembicara pada diskusi bertema “Tantangan Industri Reksa Dana pada Tahun Politik” yang digelar investortrust.id, di Jakarta, Senin (18/9/2023). Hadir pada kesempatan diskusi ini, Direktur PT Infovesta Utama, Parto Kawito, Direkur Utama PT Trimegah Asset Management, Anthony Dirga, Direktur Utama PT Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana, Direktur Utama PT Principal Asset Management, Naresh Krisnan, Direktur PT Panin Asset Management, Chief Investment Officer PT STAR Asset Management, Susantio Chandra, serta Chief Economist PT Bahama TCW Investment Management, Budi Hikmat.
“Saya sih cukup optimis yah, hiper inflasi sudah mulai berakhir. Kedepankita akan segera tumbuh mulai dari kelas aset dari bond market maupun dari saham. So far dari yang kita lihat secara evolution menarik ya, dari ratio sudah cukup murah,” ujar Jemmy Paul dalam diskusi yang digelar di Jambuluwuk Hotel, Menteng, Jakarta.
Baca Juga
Ini Penyebab Kinerja Reksa Dana Saham Relatif Stagnan 7 Tahun Terakhir
Reksa dana berbasis pasar saham, diprediksi akan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri reksa dana. Asumsinya, setelah 7 tahun stagnan, pasar saham punya peluang rebound. “Saya cukup optimis, walaupun beberapa tahun cukup stagnan. Mudah-mudahan sudah bottom, bisa tumbuh kedepannya,“ ujar Jemmy Paul.
Jemmy menambahkan, tahun 2024 akan layak ditunggu sebagai momentum kebangkitan pasar saham. “Saya sih agak optimis tahun depan (2024). Karena masalh politik, nah kita menunggu siapa presiden dan wakil Presidennya,” lanjut Jemmy.
Dikonfirmasi usai diskusi, Jemmy mengatakan, jika dipilah per kelas aset, reksa dana terbaik yang dikelola Sucor Asset Management adalah reksadana saham. “Apalagi saat ini timing-nya sudah bottom ya. Kedepanbisa lebih baik lagi. Untuk rekomendasi reksa dana IDX30 yang baru launching itu cukup baik. Di tradingin juga oke,” papar Jemmy.
Perkuat Literasi
Seiring momentum kembangkitan industri reksa dana, menurut Jemmy, jumlah transaksi harus ditingkatkan. Agar transaksi meningkat, Manajer Investasi harus aktif memberikan literasi tentang pentingnya investasi.
Baca Juga
AUM Reksa Dana Bakal Melonjak Tiga Kali Lipat, Target OJK Lewat!
Sejauh ini, Sucori Asset Management aktif memberikan literasi dengan menggelat event offline dan online, khusus membahas pentingnya investasi.Kegiatan literasi menyasar langsung pada early investors.
“Kami yakin dengan invest ke mereka (early investors), harusnya masa depan kami dan reksa dana bisa cemerlang. Saat ini mereka belum banyak penghasilan, tapi kita berharap kedepanbisa investasi mereka akan betambah. Kami menjelaskan apa itu reksa dana, cara pengelolaannya, apa itu fund manager, siapa itu bank custody, dan lain lain,” ujar Jemmy.
Selain soal literasi, persyaratan administratif pun bisa jadi salah satu tantangan bagi pertumbuhan industri reksa dana. Misalnya pembukaan rekening yang tergolong kompleks karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi calon investor.
Meski masih banyak tantangan, ia optimistis reksa dana akan tetap menjadi pilihan utama berinvestasi bagi banyak investor. Alasannya, produk ini menjadi pilihan yang tepat bagi investor ritel yang tidak memiliki waktu dan resources memadai. (CR-4)
Baca Juga

