Ekonom Ini Bagikan Tips Jaga Keuangan di Kondisi Ekonomi Tak Pasti
JAKARTA, investortrust.id - Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus ekonom Poltak Hotradero menyebut kondisi ekonomi nasional dan global ke depan masih menghadapi ketidakpastian. Oleh karena itu, ia membagikan sejumlah tips kepada masyarakat untuk menjaga keuangan tetap sehat di tengah kondisi tersebut.
“Pastikan selalu menjaga cash flow supaya tetap sehat, tidak menumpuk banyak utang, juga memiliki dana darurat dan aset lancar yang cukup,” ujarnya, dalam sebuah diskusi media yang digelar Allianz, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat memiliki investasi meskipun tengah mengalami kondisi sulit. Hal penting lainnya juga yang perlu dipersiapkan masyarakat, lanjut Poltak, adalah memiliki proteksi yang tepat, seperti BPJS maupun asuransi swasta.
Baca Juga
Dikatakan dia, hal-hal tersebut penting untuk dipersiapkan masyarakat di tengah situasi tak pasti. Pasalnya, gejolak geopolitik, utang besar yang menderu negara berpenghasilan rendah, dan pemulihan ekonomi yang belum optimal di sejumlah negara besar masih membuat situasi tak menentu.
“Saat ini juga sedang terjadi soft lending, di mana terjadi perlambatan siklus pertumbuhan ekonomi untuk menghindari resesi,” kata Poltak.
Baca Juga
PIER: Pengetatan Kebijakan Moneter Masih Tetap Pengaruhi Kondisi Ekonomi Global
Bank sentral global, lanjut dia, juga berupaya untuk menaikkan suku bunga secara hati-hati agar inflasi terkendali tanpa menyebabkan penurunan ekonomi yang signifikan.
Sementara di Indonesia, ketidakpastian ekonomi cukup memunculkan kebingungan dan berdampak pada masyarakat. Maka tak heran apabila terjadi peningkatan harga pada bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan lainnya. Yang pada akhirnya menyebabkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk melakukan spending.
“Di sisi lain, tingkat pengangguran juga meningkat dikarenakan gelombang PHK yang semakin besar. Hal ini terjadi karena perusahaan dari berbagai industri sedang mengalami deflasi karena daya beli masyarakat yang lesu,” ucap Poltak.

