Ingin Tahu Cara Menumbuhkan Kekayaan? Ini Tips dari CWMA
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Penasihat Certified Wealth Managers' Association (CWMA) yang juga Chief Executive Officer (CEO) MCI Asia Group, Maikel Sajangbati mengatakan, salah satu hal penting yang perlu diketahui sebelum mengelola kekayaan adalah penciptaan kekayaan atau wealth creation.
“Penciptaan kekayaan itu sangat dipengaruhi berapa lama waktunya. Jadi time period-nya atau time horizon-nya untuk menciptakan kekayaan,” ujar Dewan Penasihat Certified Wealth Managers' Association (CWMA) yang juga Chief Executive Officer (CEO) MCI Asia Group, Maikel Sajangbati dalam podcast Konvergensi yang dipandu CEO PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu di The Convergence Indonesia (TCI), Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Sementara itu, untuk mempunyai atau menciptakan kekayaan, hal pertama yang harus dimiliki adalah memiliki study plan yang baik. Setelah memiliki study plan yang terstruktur dan sistematis, masuk ke tahap selanjutnya yaitu menciptakan career plan. “Business plan kalau mau jadi pengusaha, tapi kalau jadi eksekutif harus ada career plan,” paparnya.
Kedua hal ini sangat penting dan menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat Indonesia karena tingkat kompetensi yang masih di bawah rata rata. Hal ini ditunjukkan dalam Human Development Indeks.
Human Development Index (HDI) adalah suatu indeks yang digunakan untuk mengukur pencapaian suatu negara dalam tiga dimensi utama pembangunan manusia, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Salah satu dimensi yang menjadi ukuran adalah rata-rata lama sekolah yang dijalani oleh penduduk dewasa (usia 25 tahun ke atas) dan harapan lama sekolah untuk anak-anak yang memasuki usia sekolah. Indikator-indikator ini mencerminkan tingkat akses terhadap pendidikan dan kualitas pendidikan di suatu negara.
Menurut Mikael saat ini mayoritas masyarakat Indonesia hanya mengenyam pendidikan selama 7-8 tahun.
“Jadi Human Development Index sebagai alat ukur kompetensi sosial. Jadi SDM di satu negara kita 7-8, rendah sekali. Dan itu tercermin pada literasi kita. Akhirnya menjadi tantangannya di literasi,” papar Dewan Penasihat CWMA tersebut.
Terlebih lagi 10 tahun mendatang, Gen Z dan Gen X diproyeksi akan mendapatkan intergenerational wealth transfer atau mendapatkan transfer kekayaan besar-besaran dari generasi sebelumnya atau baby boomers yang akan tutup usia.
Maikel Sajangbati menegaskan bahwa Gen Z dan Gen X harus memikiki kompetensi atau pemahaman atas keuangan dan investasi. Sehingga, walaupun kedua generasi tersebut nantinya mendapatkan warisan, warisan tersebut dapat terus berkembang dan lestari.
“Walaupun kita punya passion dalam bisnis atau dalam bidang disiplin ilmu yang lain, tetapi paling tidak melek atau literate dalam hal keuangan dan investasi. Setiap hari kita bergerak terkait dengan pengelolaan keuangan apapun profesinya, dan pendidikannya,” tuturnya.
Ia juga memberikan pemahaman alasan mengapa negara-negara maju seperti Eropa mayoritas memiliki penduduk yang kaya hingga 7-10 turunan. Menurut Maikel, hal ini disebabkan oleh pemahaman yang baik soal dasar-dasar pengelolaan harta kekayaan.
”Kedua, mereka ya tentu pasti dibantu oleh para advisor. Gak mungkin dia bisa hebat sendiri. Sehingga bisa mencapai kekayaan lebih cepat, mereka juga ada wealth manager,” ungkapnya.
Untuk itu ia berpendapat pemahaman wealth management penting dimiliki oleh semua masyarakat Indonesia. Sebagai informasi, wealth management atau pengelolaan kekayaan adalah prinsip bagaimana mengelola agar kekayaan dapat dilindungi dan dikembangkan.
“Supaya kita bisa lebih makmur dan lebih sejahtera lagi ya. Dan juga menjaga harta dimana terjadi penurunan drastis dari sisi pendapatan saat pensiun namun masih mempertahankan gaya hidup seperti sebelum pensiun,” tuturnya.

