Antara Dana Darurat dan Investasi, Mana yang Perlu Didahulukan?
JAKARTA, investortrust.id - Terkadang masyarakat masih bingung untuk memprioritaskan antara dana darurat atau investasi. Menurut Certified Financial Planner (CFP) Nyala Financial Fitness Trainer, Widya Yuliarti, ada baiknya masyarakat mengutamakan dana darurat terlebih dahulu.
“Yang paling penting dana darurat dulu sesuai dengan piramida keuangan. Karena itu sebagai financial safety kita,” ujarnya dalam Media Chit Chat yang digelar OCBC, di Jakarta, Selasa (4/6/2024).
Widya mengatakan, dana darurat idealnya minimal berjumlah enam kali dari pengeluaran per bulan setiap orang. Jika ingin mempercepat untuk mencapai angka tersebut, ada baiknya masyarakat perlu memfokuskan diri untuk mencapai hal itu.
Baca Juga
Banjir Likuiditas USD, Prospek Saham OCBC Indonesia (NISP) Direvisi Naik
“Tapi misalnya kita punya tujuan keuangan yang urgent seperti mempersiapkan pernikahan, tentunya boleh dibarengi juga dengan penyiapan dana darurat,” katanya.
Terlepas dari itu, lanjut Widya, sebenarnya sah-sah saja bagi masyarakat untuk mengutamakan dana darurat dan melakukan investasi secara bersamaan, asal keuangan yang dimiliki memadai.
Baca Juga
OCBC Kembali Hadirkan David Foster hingga Jessie J di Gelaran Premium Music Experience 2024
Sementara itu, Personal Banking Development Head OCBC, Welliana mengungkapkan, ada baiknya menaruh dana darurat di instrumen deposito. Karena deposito saat ini sudah ada yang memiliki jangka waktu hanya satu bulan.
“Kalau kita nabung dana darurat dan mau dananya tumbuh, namun tidak bisa investasi karena butuh jangka waktu yang panjang, alternatifnya bisa nabung di deposito,” ucap Welliana.

