Bank Jago Kasih 3 Tips Siasati Fenomena “Shrinkflation”
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Fenomena shrinkflation bisa menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen. Istilah yang berasal dari kata shrink (menyusut) dan inflation (inflasi) ini menggambarkan kondisi ketika ukuran, berat, atau volume suatu produk berkurang, sementara harga tetap atau hanya berubah tipis.
Perubahan tersebut kerap luput dari perhatian karena harga yang tercantum di rak masih terlihat sama. Namun, ketika terjadi pada berbagai kebutuhan sehari-hati, konsumen berpotensi lebih sering membeli produk yang sama sehingga pengeluaran bulanan ikut meningkat.
Head of Retail Banking Brand & Marketing PT Bank Jago Tbk (ARTO) Michael Hartawan mengungkapkan, konsumen perlu menyesuaikan pengelolaan keuangan ketika menghadapi perubahan harga maupun ukuran produk.
“Ketika kebutuhan berubah, kita tidak sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi memahami prioritas dan menyesuaikan alokasi dana dengan kebutuhan yang ingin didahulukan,” ujarnya, dalam keterangan pers, dikutip Senin (5/10/2026).
Baca Juga
Produk Makin Mengecil tapi Harga Sama? Ini 3 Cara Menyiasati Shrinkflation
Untuk membantu konsumen menghadapi fenomena tersebut, Michael memberikan tiga tips yang dapat dilakukan.
Pertama, mengevaluasi kebutuhan dan kebiasaan belanja. Konsumen dapta memulai dengan mencatat produk yang dibeli, ukuran, harga, serta seberapa sering produk tersebut habis. Cara ini membantu mengetahui apakah perubahan ukuran benar-benar berdampak terhadap pengeluaran.
Kedua, membandingkan harga berdasarkan ukuran dan manfaat. Harga pada label tidak selalu menggambarkan nilai terbaik. Konsumen dapat membandingkan harga berdasarkan satuan, seperti per gram, milliliter, atau lembar.
Produk dengan harga lebih tinggi belum tentu lebih mahal jika memiliki ukuran lebih besar. Sebaliknya, produk yang tampak murah juga belum tentu memberikan nilai lebih baik.
Selain harga dan kuantitas, kualitas serta kesesuaian produk dengan kebutuhan juga perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Ketiga, meninjau anggaran secara berkala. Perubahan harga maupun ukuran produk dapat membuat pola pengeluaran ikut berubah. Karena itu, anggaran bulanan sebaiknya dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi keuangan.
Michael mengatakan, pengelolaan dana yang lebih terstruktur dapat membantu konsumen menyesuaikan alokasi pengeluaran.
Baca Juga
“Saat harga dan ukuran produk berubah, pengelolaan anggaran juga perlu ikut menyesuaikan. Dengan memisahkan dana berdasarkan kebutuhan, kita dapat lebih mudah menjaga pengeluaran tetap sesuai rencana,” katanya.
Salah satu cara yang dapat digunakan adalah memisahkan dana berdasarkan kebutuhan. Melalui aplikasi Jago, lanjut Michael, pengguna dapat membuat kantong untuk mengatur dana sesuai tujuan, mulai dari kebutuhan rutin, tabungan, hingga dana cadangan.
