Bank Mandiri (BMRI) Sebut Perpanjangan Periode Dana SAL Perkuat Likuiditas dan Dorong Kredit
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan yang memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan hingga September 2026.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista berharap perpanjangan ini dapat memperkuat likuiditas sistem perbankan dan menjaga ruang penyaluran kredit.
“Agar tetap terarah ke sektor-sektor produktif yang berorientasi ekonomi kerakyatan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Baca Juga
Dorong Akselerasi Transaksi Non Tunai, Bank Mandiri (BMRI) Gandeng Visa
Adhika menambahkan, hingga saat ini realisasi penyaluran kredit yang bersumber dari dana SAL Kementerian Keuangan di Bank Mandiri menunjukkan progres positif dan berjalan sesuai rencana penempatan.
“Seluruh penyaluran tersebut dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian serta pelaporan yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurutnya, kredit yang disalurkan dari dana tersebut telah menjangkau berbagai sektor strategis nasional. Dukungan pembiayaan juga tersalurkan secara luas kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.
“Penyaluran kredit telah menjangkau 37 provinsi di seluruh Indonesia, mencerminkan distribusi pembiayaan yang inklusif dan merata,” ucap Adhika.
Ke depan, lanjut dia, Bank Mandiri memastikan ekspansi kredit akan tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan dinamika permintaan, kondisi makroekonomi, serta kualitas risiko yang terjaga.
Baca Juga
Andalkan 'Value Chain' dan 'Offtaker', Bank Mandiri (BMRI) Mampu Jaga NPL UMKM di Bawah 1,5%
Dengan begitu, pertumbuhan kredit perseroan diharapkan tetap sehat dan mampu berada di atas rata-rata industri.
Adhika menyatakan, melalui optimalisasi fungsi intermediasi tersebut, Bank Mandiri berkomitmen memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong aktivitas sektor produktif, meningkatkan daya saing usaha nasional.
”Serta, membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru secara berkelanjutan,” ujarnya.

