Laba Bersih BCA Syariah Naik 15,36% Jadi Rp 212 Miliar di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank BCA Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hal ini tercermin dari laba bersih yang meningkat 15,36%, dari Rp 183,7 miliar pada 2024 menjadi Rp 212 miliar di tahun lalu.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengungkapkan, perolehan laba tersebut didorong oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh positif hingga akhir 2025.
“Pembiayaan memang menjadi motor utama untuk perolehan laba kami. Itu menggerakan profitabilitas kami tumbuh tetap solid 15% di angka Rp 212 miliar,” ujarnya, dalam Media Update Kinerja BCA Syariah 2025, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga
Bakti BCA dan BCA Syariah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Menurut Yuli, total pembiayaan yang berhasil disalurkan BCA Syariah hingga akhir 2025 mencapai Rp 13,2 triliun, meningkat 23% dibanding 2024 yaitu Rp 10,7 triliun.
Di kesempatan yang sama, Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, pembiayaan komersial berkontribusi paling besar dari total pembiayaan dengan pertumbuhan 35%, dari Rp 4,6 triliun di 2024 menjadi Rp 6,2 triliun di tahun lalu.
“Jadi meningkat 35% secara disburse penyalurannya,” katanya.
Sementara untuk pertumbuhan pembiayaan konsumer, lanjut Pranata, didorong oleh produk emas. Di mana pada 2024, penyaluran pembiayaan untuk produk emas berada di kisaran Rp 200 miliar menjadi Rp 677 miliar di tahun lalu.
“Alhamdulillah meningkat hampir empat kali lipatnya,” ucapnya.
Baca Juga
Lewat Program Ini, BCA Syariah Dukung UMKM Perempuan Semakin Maju
Di sisi bersamaan, rasio pembiayaan bermasalah BCA Syariah juga terjaga. Tercermin dari non performing financing (NPF) gross yang berada di level 1,6% dan NPF net 0,2% di tahun lalu, atau berada di bawah batas minimum yang ditentukan regulator yaitu 5%.
Dari sisi penghimpunan dana, kata Pranata, BCA Syariah mencatatkan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 15,43 triliun per Desember 2025, meningkat 17,12% dibanding 2024 yaitu Rp 13,18 triliun.
Jika di breakdown, deposito masih menjadi kontributor utama dengan pangsa 59,43% dari total DPK. Sementara dana murah atau current account and saving account (CASA) berkontribusi 40,58% dari total DPK.
“Alhamdulillah komposisi CASA BCA Syariah itu membaik dari kisaran 37% ke 40,6% di akhir tahun 2025,” ujar Pranata.

