BCA Optimistis Tatap 2026, Target Kredit Dipatok 8-10%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA meningkatkan optimisme mereka menyongsong tahun 2026. Melalui Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim, bank swasta terbesar di Indonesia ini mengumumkan revisi naik pada target pertumbuhan kredit serta memaparkan proyeksi indikator keuangan utama lainnya dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026.
Salah satu poin utama dalam RBB tahun ini adalah peningkatan guidance pertumbuhan kredit. Setelah mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,7% pada tahun 2025, manajemen BCA memutuskan untuk lebih agresif di tahun 2026.
"Kita upgrade guidance kita untuk pertumbuhan kredit menjadi 8% sampai 10%. Kita lebih positif melihat perkembangan tahun ini, mudah-mudahan pertumbuhan kredit ini bisa lebih cepat dibanding tahun lalu, mulai dari kuartal I dan seterusnya," ujar Vera dalam acara Konferensi Pers Paparan Kinerja Full Year 2025 BCA yang digelar secara virtual via Zoom, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga
Meski optimis pada sisi penyaluran kredit, BCA memprediksi adanya tekanan pada net interest margin (NIM). Hal ini merupakan dampak lanjutan dari penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang telah terjadi sebelumnya.
"Sehingga guidance kita untuk NIM di tahun ini di kisaran 5,4% sampai 5,6%. Jadi menurun NIM-nya, memang kita ekspektasi dampaknya akan lebih terasa tahun ini," ungkap Vera.
Di sisi risiko, Vera membeberkan bahwa BCA tetap berkomitmen mempertahankan prinsip kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ditargetkan tetap stabil untuk memastikan kesehatan neraca bank. BCA mematok angka NPL di kisaran 1,8% hingga 2%, tidak jauh berbeda dengan posisi saat ini.
"NPL kita akan jaga di kisaran tidak jauh berbeda dengan saat ini, di kisaran 1,8 sampai 2%," kata Vera.
Lebih lanjut, di tengah bayang-bayang perlambatan industri perbankan nasional, BCA optimistis mampu mempertahankan tren positif sepanjang tahun 2026. Strategi utama perseroan akan berfokus pada peningkatan volume transaksi dan ekspansi kredit yang lebih agresif.
Baca Juga
BBCA Shares Eye Rebound as Valuation Discounts and Earnings Fuel Optimism
Presiden Direktur BCA Gregory Hendra Lembong menyatakan bahwa keberhasilan kinerja tahun 2025 menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi serupa di tahun ini. Meski dinamika global dan domestik terus berubah, BCA memilih untuk tetap fokus pada kekuatan intinya.
"Ya, seperti dilihat dari hasil 2025, di mana kinerja cukup positif, 2026 tetap strategi yang sama. Di setiap adanya perubahan dinamika di global ataupun di Indonesia, kita di BCA tentu terus melihat ada kesempatan-kesempatan, opportunity bisnis yang kita bisa garap tentunya," jelas Hendra.
Menurut Hendra, seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan, BCA berencana menggenjot volume penyaluran kredit (loan), serta memperkuat dominasi di sektor dana murah (current account saving account/CASA).
"Strategi kita tentunya menaikkan volume sehingga 2026 kita akan coba lebih agresif lagi untuk mengejar bisnis para nasabah supaya lebih banyak lagi transaksinya melalui BCA," tutur Hendra.

