Pastikan Layanan Kembali Normal, BSI Percepat Pemulihan 145 Outlet di Aceh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memastikan seluruh layanan perbankan kembali beroperasi normal, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) mempercepat pemulihan 145 outlet di Aceh.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, pihaknya juga membantu warga menyelamatkan harta benda melalui layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE) atau uang rusak akibat terendam banjir.
“Kami membuka pintu di seluruh outlet BSI Aceh untuk memfasilitasi penukaran uang rusak tersebut agar dapat kembali menjadi saldo tabungan atau digunakan bertransaksi,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga
Pembiayaan Berkelanjutan BSI Tumbuh 24,60% Jadi Rp 73,16 Triliun per September 2025
Proses penukaran, lanjut Anggoro, dapat dilakukan secara transparan sesuai regulasi Bank Indonesia (BI), mencakup verifikasi fisik dan pencatatan identitas.
Anggoro mengimbau agar nasabah dapat menggunakan layanan e-channel BSI lainnya seperti BSI Call 14040, mobile banking BYOND, BSI ATM, BSI Agen, dan lainnya untuk mengoptimalkan kebutuhan transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.
“Hal ini dilakukan agar menghemat waktu dan transaksi nasabah di kantor cabang,” katanya.
Baca Juga
Laba BSI (BRIS) Bertumbuh di November 2025, Target Harga Ini Terbuka
Dalam kurun waktu dua pekan, BSI melakukan akselerasi pemulihan yang masif. Mulai dari pembersihan sisa lumpur di kantor cabang, pengaktifan jaringan telekomunikasi, hingga penyaluran bantuan logistik lebih dari 140 ton dan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).
Anggoro mencermati fenomena yang terjadi, di mana banyak warga yang berupaya menyelamatkan sisa-sisa harta mereka, termasuk uang tunai yang rusak terkena air dan lumpur.
“Kami menyaksikan langsung bagaimana masyarakat berjuang mengeringkan lembaran uang yang tertimbun lumpur,” kata Anggoro.

