Survei OJK: Bank Optimistis Pertumbuhan Kredit dan DPK Naik Triwulan IV
JAKARTA, Investortrust.id - Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, bank-bank di Tanah Air optimistis pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) naik triwulan IV-2023. Per September 2023, kinerja intermediasi perbankan dinilai tetap terjaga, dengan pertumbuhan kredit tercatat 8,96% year on year (yoy) dan DPK 6,54% yoy.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, optimisme kenaikan pertumbuhan kredit pada triwulan IV-2023 didorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup baik, meningkatnya konsumsi, dan masih terjaganya daya beli masyarakat. Outlook kinerja perbankan secara menyeluruh sampai dengan akhir tahun 2023 dan 2024 diperkirakan masih akan terjaga dengan baik.
Baca Juga
BI: Kredit Perbankan Tumbuh 8,99% dan Bisa Capai 11% Akhir Tahun
"Dari sisi penghimpunan dana, responden memperkirakan bahwa pada triwulan IV-2023, DPK juga akan tumbuh meningkat sejalan dengan kegiatan ekonomi yang semakin membaik, usaha bank memperoleh sumber dana untuk mendukung pertumbuhan kredit, dan adanya dana pemerintah yang masuk pada bank daerah.Hal ini tercermin pada kinerja sektor perbankan yang masih on track sesuai dengan rencana bisnis yang disampaikan ke OJK," kata Dian dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (26/11/2023).
Historis, Survei Akurat
Dian menjelaskan, optimisme itu tampak dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulanan, yang bertujuan memperoleh gambaran dari industri perbankan tentang arah perekonomian, persepsi terhadap risiko perbankan, serta arah/tendensi bisnis perbankan pada triwulan mendatang. "SBPO menghasilkan suatu Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP), yaitu indeks komposit yang menunjukkan persepsi dengan rentang nilai 1-100, dengan indeks >50 menunjukkan persepsi optimistis, indeks =50 menunjukkan persepsi stabil, dan indeks <50 menunjukkan persepsi pesimistis. IBP terdiri dari tiga subindeks yaitu Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM), Indeksi Persepsi Risiko (IPR), dan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK)," paparnya.
Selain ketiga indeks tersebut, SBPO juga menghasilkan informasi lain yang sedang menjadi isu hangat pada industri perbankan, serta hal-hal yang dianggap dapat berpengaruh terhadap kinerja perbankan. Secara historis, lanjut dia, hasil survei SBPO relatif cukup akurat dalam memprediksi arah dari beberapa indikator makroekonomi maupun perbankan di Indonesia.
Baca Juga
Teten Ungkap Restrukturisasi Kredit Macet UMKM Capai Rp 22,9 T, Ada Syarat untuk Hapus Tagih
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK Aman Santosa menjelaskan lebih lanjut, SBPO triwulan IV-2023 telah dilaksanakan dengan jumlah responden sebanyak 95 bank, yang asetnya mencakup 94,87% dari total aset 105 bank umum. Secara keseluruhan, hasil SBPOmenunjukkanresponden optimistis bahwa kinerja perbankan akan tetap terjaga baik pada triwulan IV-2023, yang tecermin dari IBP pada triwulan IV-2023 sebesar 62 (zona optimistis).

