Dua Jurnalis Investortrust Menangi Lomba Artikel OJK
Poin Penting
| ● | Dua jurnalis Investortrust meraih juara dalam Lomba Artikel OJK kategori Media Massa Nasional. |
| ● | OJK menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat. |
| ● | OJK menggandeng media sebagai Duta Literasi untuk memperkuat edukasi keuangan di tengah masih rendahnya tingkat literasi nasional. |
JAKARTA, investortrust.id – Dua jurnalis Investortrust memenangi Lomba Artikel Jurnalis Media Massa yang digelar Otoritas Jasa Keuangan. Bagus Kasanjanu meraih juara pertama dan Lona Olavia merebut juara harapan 3 untuk kategori Media Massa Nasional. Lona bahkan juga menyabet juara ketiga Duta Literasi Keuangan.
Bagus Kasanjanu menang lewat artikel indepth bertajuk "Rimba Fintech Lending dan Tangan Besi OJK: Jaga Inovasi Tetap Beretika", sedangkan Lona Olavia menyajikan artikel berjudul "Ketika Wartawan di Tengah “Badai”, Literasi Keuangan Jadi Benteng Terakhir". Penghargaan diserahkan pada acara Apresiasi Media Massa 2025, Selasa (2/12/2025).
Lomba tahun ini mencatat tingginya antusiasme peserta dengan total 230 artikel yang masuk dari berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 78 artikel berasal dari media massa nasional, sementara 152 artikel dikirimkan oleh media massa daerah.
Ajang penghargaan ini memberikan 12 apresiasi kepada para jurnalis terbaik yang terbagi dalam dua kategori Media Massa Nasional dan Media Massa Daerah. Masing-masing kategori menetapkan enam pemenang, terdiri dari Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3.
Untuk kategori Lomba Artikel Jurnalis Media Massa Nasional, penghargaan diberikan kepada enam peserta terbaik berdasarkan kualitas penulisan, kedalaman isu, dan kontribusi pada literasi publik.
Dewan Juri terdiri tiga tokoh pers nasional, yaitu Direktur Utama Tempo Arif Zulkifli, Ketua Forum Pemred Retno Pinasti, dan Direktur Utama Solopos Arif Budisusilo. Ketiganya menilai seluruh karya berdasarkan aspek akurasi, integritas, relevansi isu, serta kemampuan jurnalis dalam menyampaikan informasi bagi kepentingan publik.
Tingginya jumlah partisipasi dalam kompetisi ini menunjukkan dinamika positif dunia jurnalistik Indonesia serta meningkatnya semangat jurnalis dalam menghadirkan karya berkualitas di tengah persaingan industri media.
OJK Perlu Dukungan Media
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada media massa atas peran dan kontribusinya dalam menyebarluaskan pemberitaan demi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan melindungi masyarakat.
“Atas nama OJK, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh Pemred, Redaktur dan insan media masa di nasional maupun di daerah atas seluruh liputannya, atas seluruh perhatiannya, atas seluruh pemberitaannya yang telah sangat membantu kami dan kita semua menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan melindungi masyarakat,” kata Mahendra.
Mahendra menekankan bahwa tugas OJK ke depan semakin berat dan semakin sulit untuk bisa dilaksanakan sesuai dengan ekspektasi semua pihak, sehingga dukungan yang kuat dari media massa sangat diperlukan.
Selain itu, menurutnya media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
Sedangkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa media massa memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan dan pelindungan konsumen.
“Berbagai kegiatan dan kolaborasi OJK bersama dengan media, menjadi bukti bahwa upaya ini adalah perjalanan panjang kita semua. Dan ke depan sinergi ini akan semakin penting, agar industri jasa keuangan kita bukan hanya sekedar tumbuh, tetapi juga tangguh, dipercaya dan memberikan manfaat bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Duta Literasi
Untuk tahun ini, OJK juga memberikan penghargaan kepada tiga Duta Literasi Keuangan Media Massa yang teraktif menjalankan perannya melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat secara langsung ataupumelalui berbagai kanal komunikasi digital.
Adapun pada Juni 2025, OJK menggandeng media massa dalam acara Diskusi dan Training of Trainers (ToT) bertajuk ”OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK Peduli)”. Acara yang diselenggarakan di Jakarta itu diikuti 23 redaktur dari berbagai media massa, baik cetak, elektronik, maupun televisi. Acara itu diselenggarakan sehari penuh di Jakarta.
OJK menggandeng media massa untuk menjadi duta literasi keuangan di Indonesia. Langkah ini bertujuan agar masyarakat bisa lebih memahami berbagai produk layanan keuangan beserta manfaat dan risikonya serta melindunginya dari berbagai penipuan di sektor keuangan. Acara tersebut diikuti oleh sejumlah redaktur dari berbagai media di Indonesia.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2025 menyebut indeks literasi keuangan Indonesia adalah 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan, 80,51 persen. Dengan demikian, masih ada gap 14,05 persen indeks literasi keuangan dengan indeks inklusi keuangan. Artinya, literasi keuangan masyarakat cenderung masih lebih rendah dibandingkan tingkat penggunaan produk keuangannya.
Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan. Sementara inklusi keuangan merupakan ketersediaan akses pada berbagai lembaga negara, produk, dan layanan jasa keuangan.

